Senin, April 20, 2026
No menu items!

Gabel Sebut RI Terancam Banjir Produk China, Saran Pungutan Rp1 Uang Pajak Beli Produk Dalam Negeri

Jakarta, Satu Indonesia – Imbas perang tarif yang dikobarkan Amerika Serikat (AS), Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) nyatakan kekhawatirannya mengenai potensi produk-produk impor China yang akan membanjiri Indonesia.

Gabungan Pengusaha Elektronik atau yang dikenal dengan Gabel merupakan asosiasi yang mewakili berbagai pengusaha di industri elektronik di Indonesia, yang memiliki peran penting dalam mengadvokasi kepentingan industri elektronik.

Pada Kamis (17/4/2025), Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman mengatakan ada dua alasan utama mengapa ancaman itu bisa menjadi nyata.

Pertama, Indonesia merupakan pasar besar dengan jumlah penduduk 280 juta orang.

“Yang kami khawatirkan (dari perang tarif) justru muntahan dari negara-negara produksi besar, seperti Tiongkok terutama ya, yang dengan mudahnya akan masuk ke pasar Indonesia,” kata Daniel.

Indonesia diklaim memiliki daya beli yang luar biasa. Berbeda dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara (ASEAN) yang penduduknya jauh lebih sedikit, bahkan tak separuhnya dari Indonesia.

Daniel mewanti-wanti pasar Indonesia akan menjadi sasaran empuk negara eksportir karena kebijakan non-tarifnya (non-tariff measures) sedikit. Ini terjadi karena ada limpahan produksi dari China Cs yang terganjal tarif tinggi dari Presiden AS Donald Trump.

“Yang kedua, dengan pasar besar, barang apapun bisa masuk. Barang tidak berkualitas bisa masuk karena non-tariff measures-nya rendah sekali. Kita enggak kuat,” ungkapnya.

Ia membandingkan non-tariff measures (NTMs) Amerika yang mencapai 4.600. Bahkan, menjadikan Negeri Paman Sam sebagai negara nomor satu pemilik NTMs terbanyak.

Gabel juga melihat hal ini akhirnya membuat Trump berani menginisiasi perdagangan bebas. Pasalnya, hambatan barang-barang impor untuk masuk ke AS sudah sangat banyak dan berlapis.

Begitu pula China dan negara-negara Eropa yang punya non-tariff measures tak kalah banyak. Jumlahnya di kisaran 1.000 NTMs.

“Indonesia bagaimana posisinya? Indonesia ini jangan dibandingkan Amerika, Korea, dan lain-lain. Dibandingkan negara pesaing kita di Asean, misalkan Thailand, Filipina, setengahnya saja enggak ada. Non-tariff measures Indonesia itu kalau tidak salah cuma 207. Kalau kita bicara Thailand itu sudah di atas 660. Ini sumbernya World Trade Organization (WTO) 2025,” jelasnya.

Daniel turut merinci sejumlah ekspor produk elektronik yang akhirnya bakal terdampak perang tarif. Ada printer, speaker, alat kesehatan, air conditioner (AC), sampai vacuum cleaner.

Indonesia menjadi salah satu korban tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32 persen. Walau, Trump akhirnya menunda pemberlakuannya selama tiga bulan ke depan untuk membuka peluang negosiasi, kecuali bagi China.

Gabel Pinta APBN Diprioritaskan Untuk Belanja Produk Dalam Negeri

Sebagai informasi, Gabel memiliki struktur organisasi yang terdiri dari berbagai pengusaha elektronik, termasuk produsen dan importir.

Gabel juga kritis dan aktif dalam berbagai kegiatan seperti:

  • Berkomunikasi dengan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi industri elektronik.
  • Menyelenggarakan acara-acara industri, seperti pameran dan seminar.
  • Melakukan riset dan analisis terkait perkembangan industri elektronik

Pada Jum’at (11/4/2025) lalu, Gabel juga merespons keinginan Presiden Prabowo Subianto agar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dibuat menjadi fleksibel. Sehingga lebih realistis bagi pengusaha menyerap barang impor dalam proses produksinya.

Mereka meminta APBN diprioritaskan untuk belanjakan produk-produk Indonesia.

Mereka menginginkan setiap Rp 1 uang pajak yang dipungut dari rakyat dan masuk APBN atau APBD dan BUMN atau BUMD dibelanjakan untuk membeli produk dalam negeri.

Jika uang negara tersebut dibeli produk dalam negeri maka nilai tambah berupa peningkatan PDB dan penyerapan tenaga kerja ada di dalam negeri. Sementara jika uang negara digunakan beli produk impor maka nilai tambahnya ada di luar negeri.

TERPOPULER

TERKINI