Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Ketergantungan Kaltim pada Pasokan Sapi Luar Daerah Capai 70 Persen

Samarinda, Satu Indonesia – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur mengungkapkan bahwa ketergantungan provinsi Kaltim terhadap pasokan sapi potong dari luar daerah masih sangat tinggi, yaitu sebesar 70 persen.

Dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025), Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fahmi Himawan menjelaskan bahwa kebutuhan sapi potong di Kaltim mencapai 75.000 hingga 80.000 ekor per tahun. Namun, produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen dari kebutuhan tersebut.

“Sehingga, kita harus datangkan sapi dari luar Kaltim, yang dipasok dari NTT, Sulawesi, dan Jawa,” jelas Fahmi, dikutip Sabtu (5/4/2025).

Pada Jumat (4/4/2025) lalu tercatat sebanyak 497 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur.

“Kedatangan ratusan sapi ini membantu memenuhi kebutuhan daging sapi di Kalimantan Timur yang cukup tinggi,” kata Fahmi lagi.

Kedatangan ratusan sapi tersebut diantisipasi dapat memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan daging sapi di Kalimantan Timur, khususnya pada periode menjelang hari-hari besar keagamaan dan liburan, ketika permintaan daging sapi cenderung meningkat secara signifikan.

Staf Teknis Paramedik Karantina Hewan Penyelia dari Balai Besar Karantina Ikan Hewan dan Tumbuhan Kaltim Suhendi Saputra menambahkan bahwa sapi-sapi tersebut berasal diangkut melalui Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Wini, NTT, menggunakan KM Camara Nusantara 2.

“Dari 499 ekor sapi yang diberangkatkan, dua ekor mati selama perjalanan. Sehingga, jumlah sapi yang tiba di Samarinda adalah 497 ekor,” jelas Suhendi, dikutip Sabtu (5/4/2025).

Diketahui pengiriman sapi-sapi ini dilakukan secara rutin, tergantung pada kebutuhan pengusaha dan permintaan pasar di Kaltim.

“Biasanya, dalam satu bulan selalu ada kapal laut pengangkut ternak yang masuk seperti ini,” lanjut Suhendi.

Lebih lanjut, demi mengurangi ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim tengah fokus pada Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) untuk meningkatkan kualitas peternak lokal dan mendorong kemandirian ekonomi mereka.

PDKT sendiri merupakan evolusi dari Desa Korporasi Sapi (DKS) yang dirintis pada 2019 di Babulu, Penajam Paser Utara.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim menargetkan pembangunan 32 PDKT di seluruh Kalimantan Timur. Dan setiap PDKT akan mendapatkan dukungan terpadu, mulai dari penyediaan rumput, pembangunan kandang, hingga pemberian hewan ternak.

Sementara ini, PDKT baru dioptimalkan di tujuh kabupaten/kota se-Kaltim diantaranya di Samarinda, Balikpapan, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser. Berikutnya bakal dikembangkan ke PPU, Bontang, dan Mahakam Ulu.

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...