
Ilustrasi suasana Paser Cup Race 2026 di Sirkuit Permanen Tana Paser, Tanah Grogot. (Foto:infopaser.id)
PASER, Satu Indonesia – Paser Cup Race (PCR) 2026 kembali bergulir di Sirkuit Permanen Tana Paser, Tanah Grogot, pada 15–16 Agustus 2026. Ajang balap motor yang memasuki putaran kedua ini kembali mempertemukan pembalap dari berbagai kelas. Namun, di tengah persiapan perlombaan, terdapat perubahan pada jumlah pembalap lokal Paser yang ikut ambil bagian.
Pada putaran pertama yang berlangsung pada Mei lalu, sekitar 60 rider lokal Paser tercatat ikut berkompetisi. Sementara pada putaran kedua kali ini, jumlah pembalap lokal yang mendaftar disebut belum mencapai 20 orang. Penurunan tersebut menjadi perhatian karena PCR sebelumnya mampu menarik ratusan pembalap dari berbagai daerah.
Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharuddin, menyebut kondisi ekonomi daerah sebagai salah satu kemungkinan yang memengaruhi menurunnya partisipasi pembalap lokal. Menurutnya, efisiensi anggaran pemerintah turut berdampak pada kondisi perekonomian sehingga sebagian tim lokal mengalami keterbatasan untuk mengikuti perlombaan.
Penurunan tersebut tidak hanya terlihat pada pembalap lokal. Secara keseluruhan, jumlah peserta PCR juga disebut mengalami tren penurunan. Zulkifli menyampaikan bahwa jumlah starter yang sebelumnya mencapai sekitar 700 pada 2023 dan 600 pada akhir 2025, kemudian berada di kisaran 400 pada putaran pertama 2026. Pada putaran kedua kali ini, jumlahnya bahkan belum mencapai 300 starter.
Meski demikian, tidak semua kategori mengalami penurunan. Kelas expert atau kelas utama justru menunjukkan peningkatan peminat. Sejumlah tim besar dari luar daerah turut meramaikan putaran kedua, sementara kelas-kelas pendukung yang banyak diikuti pembalap lokal mengalami penurunan jumlah peserta.
Padahal, PCR putaran pertama pada 2–3 Mei lalu mendapat antusiasme cukup besar. Lebih dari 400 pembalap mengikuti perlombaan yang terbagi dalam sekitar 20 kelas, sementara masyarakat juga memadati kawasan sirkuit untuk menyaksikan jalannya pertandingan.
Pada putaran kedua, perlombaan tetap menghadirkan beragam kelas, mulai dari Bebek 2T dan 4T, Matic, kategori lokal hingga ex rider. Sesi latihan bebas dan kualifikasi dimulai pada Sabtu pagi, dilanjutkan dengan race pada sore hari. Perlombaan kemudian berlanjut pada Minggu dengan sejumlah kelas expert, novice, wanita, hingga kelas lokal Paser.
Bagi Paser, keberadaan PCR bukan hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pembalap. Sejak awal penyelenggaraannya, kegiatan ini juga diarahkan sebagai salah satu bagian dari sport tourism yang diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Pada putaran pertama, pemerintah daerah bahkan menilai kegiatan tersebut mampu menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dan pengunjung dari luar daerah.
Kini, ketika PCR 2026 kembali bergulir, menurunnya jumlah pembalap lokal menjadi catatan tersendiri. Di satu sisi, meningkatnya peserta kelas expert menunjukkan bahwa daya tarik kompetisi masih cukup kuat. Namun di sisi lain, berkurangnya rider lokal membuat keberlanjutan pembalap-pembalap asal Paser menjadi hal yang patut diperhatikan pada putaran berikutnya.

