Kamis, April 30, 2026
No menu items!

Banjir Terjang Berau, Seorang Lansia Ditemukan Tewas Mengambang

Berau, Satu Indonesia – Sejumlah desa di Kabupaten Berau dilaporkan terendam Banjir pada Rabu (26/3/2025), terjadinya banjir ini akibat curah hujan yang tinggi di hulu sungai Kelay.

Terjangan banjir terjadi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kelay, Kecamatan Sambaliung, dan Kecamatan Teluk Bayur.

Untuk memantau banjir, Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Datu Hasbi mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berada di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung.

“Cukup banyak kampung yang terendam banjir. Seperti Kampung Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Merasa, Siduung, Pegat Bukur,  dan sejumlah kampung yang berada di bantaran Sungai Kelay,” ungkapnya.

Menurut informasi dari BMKG Berau, banjir yang mulai terjadi sejak dini hari ini imbas curah hujan tinggi di wilayah hulu.

Akibat debit air tinggi, kampung yang dilalui Sungai Kelay dilanda banjir. Lokasi yang cukup parah diterjang banjir yaitu Kampung Merasa, Kampung Tumbit Dayak, hingga Siduung Indah. Bahkan untuk menjangkau kampung-kampung tersebut harus menggunakan perahu. 

Saat ini tim gabungan yang terdiri dari BPBD Berau TNI dan Polri terus melakukan pemantauan kondisi air yang merendam rumah warga. Bila banjir terus naik, tim gabungan akan melalukan evakuasi terhadap warga di lokasi banjir ke lokasi yang aman.

Kejadian banjir ini banyak diposting warganet di aku media sosialnya. Warga berharap intensitas hujan tinggi tidak terjadi, sehingga banjir dapat segera surut.

Seorang lansia diduga tewas akibat banjir besar Berau

Seorang lansia berusia 79 tahun ditemukan mengambang dan telah meninggal dunia di Kampung Tumbit Dayak.

Kampung ini diketahui tengah diterjang banjir besar akibat luapan Sungai Kelay. Bahkan, terjangan banjir mencapai dada pria dewasa.

Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Datu Hasbi tak menampik soal kabar tersebut.

“Benar. Lansia, perempuan umur 70 tahun ditemukan mengambang dan sudah meninggal di kebunnya tidak jauh dari Kampung Tumbit Dayak,” kata Hasbi.

Dari informasi yang diperolehnya, keseharian lansia ini beraktifitas di kebun. Kendati demikian, Hasbi belum bisa memastikan, apakah lansia ini meninggal karena terseret banjir atau faktor lain.

Lansia ini diketahui lebih sering tinggal di kebun meskipun memiliki rumah di Tumbit Dayak.

“Yang jelas kebunnya itu memang sudah terendam banjir. Dan dia sudah ditemukan mengambang di sekitar kebunnya. Bukan mengambang hanyut di sungai, ya, tapi masih di areal kebunnya,” ungkap Hasbi.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Buah Cempedak, Si Legit yang Baik untuk Kesehatan

Samarinda, Satu Indonesia – Siapa tak kenal dengan buah cempedak? Buah yang satu ini terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tajam, dan khas, sering...