Samarinda, Satu Indonesia – Kasus penyakit Tuberkulosis TBC di Kalimantan Timur secara nasional berada pada peringkat 17.
Namun demikian, keberhasilan penanganan TB Benua Etam julukan Kalimantan Timur mencapai 56 persen sepanjang tahun 2024.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mencatat terdapat tiga daerah dengan jumlah penderita TBC tertinggi yakni Samarinda, Balikpapan dan Kukar.
Informasi ini disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim dr Ivan Hariyadi pada Selasa (25/3/2025). Ia mengungkapkan hadirnya alat pendeteksi TBC di setiap puskesmas yang telah dilakukan Pemerintah sejak tahun 2024 lalu diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan secara mandiri di fasilitas kesehatan terdekat.
Ia lanjut mengungkapkan, saat ini di seluruh Kaltim telah tersebar sebanyak 65 alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di sejumlah puskesmas yang ada di 10 Kabupaten dan Kota.
“Dulu sebelum tahun 2024 hanya 36 unit,” katanya, di Samarinda, dilansir dari RRI, Selasa (25/3/2025).
Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat agar tidak perlu takut melakukan pemeriksaan secara dini. Hal ini disebabkan TBC bisa sembuh secara permanen setelah menjalani pengobatan intensif selama 6 bulan hingga 9 bulan.
“Segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala batuk berkepanjangan dengan tipe batuk berdahak,” pintanya mengakhiri.
Redaksi
