Senin, April 20, 2026
No menu items!

Simpan Jasad Kekasih hingga jadi Kerangka, Polisi Ungkap Cara Pria di Bantul Tutupi Pembunuhan

Bantul, Satu Indonesia – Warga Kalurahan Sabdodadi, Kapanewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia korban pembunuhan.

Kasus pembunuhan itu diduga terjadi sekitar bulan September 2024 dan baru terungkap pada Kamis (20/3/2025) lalu.

Diketahui pelaku adalah Muhammad Rafy Ramadhan alias MRR (24), warga Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Sedangkan, korban adalah EDP (23), warga Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman yang merupakan kekasih MRR.

Pihak kepolisian Polres Bantul akhirnya mengungkapkan cara MRR (24) menutupi aksi kejinya membunuh sang kekasih, EDP. Selama enam bulan lamanya, MRR sempat berlagak menjadi EDP dengan membalas pesan keluarga atau teman demi menutupi perbuatannya.

Dalam keterangannya, Kamis (20/3/2025), Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, MRR menjual ponsel korban namun masih menggunakan nomor korban untuk berkomunikasi.

“Telepon genggamnya iPhone 11 Pro 64 giga warna hitam dijual seharga Rp3,3 juta, tetapi nomor korban tetap dalam penguasaan pelaku,” terang AKP I Nengah Jeffry, dikutip Senin (24/3/2025).

Hal ini dilakukan agar kerabat korban merasa bahwa EDP masih hidup.

“Jadi keluarga dan teman-teman korban masih berkomunikasi via pesan, padahal yang membalas adalah pelaku,” tambah AKP I Nengah Jeffry.

Saat ini pihak polisi masih mengumpulkan bukti dan penyelidikan lebih lanjut, sementara jenazah korban juga masih diidentifikasi untuk memastikan identitas korban.

Diketahui kasus pembunuhan terungkap setelah ada laporan mengenai seorang perempuan yang lama tak terlihat. Namun muncul kecurigaan karena sang kekasih menggunakan motor korban.

Mendapat laporan itu, polisi langsung menindaklanjuti dan menemukan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di suatu indekos Kalurahan Sabdodadi.

Diketahui jenazah korban, EDP, ditemukan pada Kamis (20/3/2025) pukul 18.00 WIB, dan saat ditemukan jenazah korban sudah tinggal kerangka. Saat ini, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.

“Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pelaku dengan cara mencekik korban di tempat kos yang menjadi tempat kejadian perkara sampai meninggal dunia,” jelas AKP I Nengah Jeffry.

“Dan berdasarkan pengakuan pelaku, itu dilakukan karena sebelumnya terlibat cekcok,” ungkap Jeffry.

Jeffry juga menerangkan, pelaku berkali-kali memindahkan jasad korban ke kamar yang berbeda hingga sempat membersihkan kerangka korban.

Setelah dua minggu menyimpan jenazah, bau tak sedap mulai tercium, sehingga pelaku memutuskan untuk pindah tidur ke kontrakan temannya di Condongcatur, Sleman. Rambut, pakaian, serta barang-barang milik korban juga dimasukkan ke dalam kantong plastik sampah berwarna hitam.

Bahkan, pada 20 Desember 2024, tersangka membawa kantong plastik sampah tersebut ke losmen di Kaliurang, Sleman. 

“Dibersihkan kerangkanya, dan rencananya kerangka tersebut akan dibawa untuk disimpan di rumah korban di Padukuhan Gading Lumbung Rt. 16, Donotirto, Kretek,” lanjutnya. 

Selain itu diketahui pelaku membakar berbagai barang yang terkontaminasi jasad korban, termasuk selimut, mantel, kantong plastik, rambut, dokumen, boneka, serta pernak-pernik yang dikenakan korban.

TERPOPULER

TERKINI