Kamis, April 23, 2026
No menu items!

TNI Dorong Pengolahan Garam Gunung Krayan, Potensi Ekonomi Baru di Perbatasan RI-Malaysia

Long Midang, Satu Indonesia – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonzipur 8/SMG Pos Gabma Long Midang bersama masyarakat Desa Long Midang, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berkolaborasi mengolah garam gunung Krayan, salah satu potensi sumber daya alam unggulan di perbatasan RI-Malaysia. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (17/3/2025).

Wakil Komandan Satgas Yonzipur 8/SMG, Kapten Czi Aryo, menjadi penggagas program tersebut setelah melihat peluang ekonomi dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat Krayan. Menurutnya, garam gunung Krayan memiliki kualitas unik dan cita rasa khas yang patut dikembangkan.

“Kami melihat bahwa garam gunung Krayan memiliki potensi besar untuk ditingkatkan dan dikembangkan. Selain untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, produk ini juga berpeluang dipasarkan lebih luas karena memiliki nilai historis dan kualitas yang baik,” ujar Kapten Czi Aryo.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Kapten Aryo berkoordinasi dengan Dan SSK 1 Lettu Czi Indra, Danpos Long Midang Sertu Asis, serta tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini menghasilkan sinergi yang solid dalam proses pengolahan garam gunung Krayan.

Masyarakat Long Midang yang memiliki pengetahuan tradisional dalam mengolah garam mendapat dukungan teknis dan logistik dari Satgas Pamtas Yonzipur 8/SMG. Dukungan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi tanpa menghilangkan kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Pengolahan garam tetap dilakukan secara tradisional sebagai upaya melestarikan budaya dan potensi wisata lokal. Selain meningkatkan perekonomian warga, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara menjaga identitas budaya Krayan.

Salah satu tokoh masyarakat Long Midang mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif dan dukungan TNI.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas Pamtas Yonzipur 8/SMG atas inisiatif dan dukungannya. Dengan metode pengolahan yang lebih baik, hasil produksi garam kini lebih maksimal. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kami berharap garam gunung Krayan dapat dikenal lebih luas sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam membangun wilayah perbatasan. Menurut Wadansatgas, langkah ini juga merupakan implementasi dari salah satu 8 Wajib TNI, yakni “Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.”

Satgas Pamtas Yonzipur 8/SMG menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

TERPOPULER

TERKINI