Jakarta, Satu Indonesia – Indonesia akan berkontribusi dalam upaya rekonstruksi Gaza yakni dengan membangun Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza, Palestina. Ini merupakan upaya nyata dalam rekonstruksi usai serangan Israel pada 7 Oktober 2023.
Pembangunan RSIA Indonesia di Gaza merupakan tindak lanjut dari peluncuran Kampanye Bersama Penggalangan Bantuan Kemanusiaan bagi Gaza pada 26 Februari 2025, yang dihadiri oleh perwakilan dari MUI, Baznas, dan lebih dari 30 lembaga amal dan kemanusiaan Indonesia.
Rencana itu disampaikan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Ahrul Tsani Fathurrahman bersama dengan Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), M. Anshorullah, Pembina Maemunah Centre, Siti Fadilah Supari, Ketua Maemunah Centre (MC), Onny Firyanti Hamidy, serta Edy Wahyudi sebagai Wakil Tim RSIA, di Jakarta, pada Jum’at (14/3/2025).
Dalam keterangannya di Kemlu Jakarta Pusat, Jum’at (14/3/2025), Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M Anshorullah menyatakan bahwa rumah sakit tersebut nantinya akan dikelola oleh Palestina untuk seterusnya. Kendati demikian, untuk tahap awal, mulai dari pembangunan hingga berdirinya, andil terbesar masih berasal dari Indonesia.
“Jangka panjangnya kita akan secara resmi, kita akan melimpahkan ke Kementerian setempat, ke penjabat setempat. Jadi kami support-nya enggak seperti awal lagi. Otoritasnya akan dipegang oleh penjabat setempat,” ujar Anshorullah, dikutip Minggu (16/3/2025).
Ansorullah menjelaskan, nantinya rumah sakit itu akan diisi oleh SDM gabungan, antara Indonesia dan Palestina dengan skema 25 persen lokal dan 75 persen relawan.
“Nakesnya dari sana, lokal. Tapi kami akan membuka kerja sama dengan MOH. Dalam sampai ke tahap itu kami belum sampai pembahasannya. Tetapi jika dimungkinkan nanti dari tenaga medis Indonesia datang ke sana, kami yakin akan sangat senang,” tambah Anshorullah.
Rencana pembangunan RSIA Indonesia tersebut sebelumnya telah mendapatkan izin resmi dan tanah wakaf dari Kementerian Kesehatan (MoH) Palestina di Gaza.
Sebelumnya, AWG dan MC intensif berkomunikasi dengan MoH Palestina guna mematangkan Detail Engineering Design (DED) dan rencana implementasi pembangunan fisiknya, termasuk rencana pemberangkatan Tim Advance ke Gaza dalam waktu dekat.
Sebagai langkah kongkret dalam rekonstruksi Gaza, saat ini Pemerintah RI masih akan membahas rencana rekonstruksi Gaza dengan Pemerintah Palestina, yang diharapkan menjadi bagian dari rencana rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza yang diadopsi dalam KTT Luar Biasa Liga Arab, 4 Maret 2025.

