Rabu, Mei 13, 2026
No menu items!

Inilah Alasan Penggunaan Singkatan ”K” Sebagai Singkatan ”Ribu”

Samarinda, Satu Indonesia – Kita pasti sering menggunakan singkatan “K” untuk menyebutkan nominal harga suatu barang ataupun yang lainnya.

Misalnya, ketika melihat daftar menu makanan dari Rp10.000 menjadi 10K ataupun saat ingin melihat harga pakaian dari Rp100.000 menjadi 100K.

Pemilihan “K” sebagai singkatan untuk seribu sering membingungkan orang.

Biasanya kita akan menggunakan “B” untuk miliar dan “M” untuk juta (milion), tetapi singkatan untuk seribu adalah “K” bukan huruf “T” yang jika diartikan dalam Bahasa Inggris Thousand (ribu). 

Meskipun membingungkan, penggunaan ini menjadi menarik karena terlihat lebih singkat dan mudah bukan? Namun, tahukah Anda? Huruf “K” sendiri memiliki arti yang berbeda dari pemikiran orang pada umumnya, bukan “Ribu”. 

Dalam standar internasional (SI), kilo sendiri merupakan satuan yang berfungsi sebagai unit pengukuran beberapa besaran. Satuan pengukuran ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, lho. Contohnya, satuan kilogram untuk mengukur berat, kilometer untuk mengukur jarak, dan kilobyte untuk mengukur data.

Nah, huruf “K” tidak tiba-tiba memiliki arti “Ribu”. Tanpa berlama-lama lagi, berikut ini adalah uraian penjelasan bagaimana “K” mewakili satuan “Ribu”. Yuk, simak selengkapnya.

Menelusuri awal mula dan fakta menarik huruf “K” sebagai singkatan “Ribu”

Melansir dari Republic, penggunaan huruf “K” berasal dari zaman Yunani kuno. Saat itu bahasa Romawi lazim digunakan ketimbang sistem metrik modern yang ada di zaman sekarang ini.

Penggunaan “K” untuk menunjukkan seribu berasal dari kata Yunani yaitu “chilioi,” yang berarti “seribu.” Istilah ini diadopsi ke dalam sistem metrik, yang menggunakan awalan untuk menunjukkan kelipatan sepuluh.

Awalan “kilo-” berasal dari kata “chilioi“. Satu “chilioi” mewakili seribu satuan. Misalnya, satu kilogram menunjukkan seribu gram, sedangkan satu kilometer mewakili seribu meter. 

Nah, tidak hanya sampai di situ, penggunaan huruf “K” yang mewakili seribu ini merupakan dampak dari sistem metrik modern yang berkembang.

Pada akhir abad 18, Prancis menemukan standarisasi penyederhanaan penulisan angka yang lebih efektif. Prancis menetapkan “kilo” sebagai sistem metrik agar penulisan bilangan jadi lebih mudah, sederhana, dan universal.

Oleh karena itu, penggunaan huruf “K” saat ini telah banyak digunakan. Hal ini disebabkan terbantunya penyederhanaan satuan angka di dalam kehidupan sehari-hari. 

Contoh penggunaan huruf “K” yang saat ini banyak digunakan yaitu penyebutan jumlah followers Instagram (10K Followers), penyebutan harga barang (250K), bahkan digunakan untuk menyederhanakan penghitungan jumlah penduduk (500K penduduk).

Penggunaan huruf “K” juga sering digunakan dalam bidang teknologi. Kita pasti sering mendengar resolusi. Resolusi sendiri merupakan kualitas gambar yang ditampilkan melalui layar. Contoh penggunaan huruf “K” pada bidang teknologi ini seperti 2K (2.560X1.440 pixel) dan 4K (3.840 x 2.160 pixel). 

Mengapa menggunakan huruf “K” daripada “T”?

Melansir dari Timesofindia, alasan mengapa huruf “K” digunakan untuk mewakili “Ribu” daripada menggunakan “T” adalah tidak adanya sejarah penggunaan “T” untuk mewakili seribu. 

Faktanya, huruf “T” umumnya berkaitan dengan “tera-,” yang berarti satu triliun (1.000.000.000.000) dalam terminologi ilmiah. Memperkenalkan “T” sebagai sinonim untuk seribu dapat menimbulkan kebingungan, terutama dalam bidang teknis yang sangat membutuhkan ketepatan.

Jadi, untuk huruf “T” sendiri telah dikenal secara universal sebagai “triliun“. Sama halnya dengan “M” mewakili “milion (juta)” dan “B” mewakili “billion (triliun).”

Nah, itulah sejarah dan fakta menarik tentang huruf “K” yang selama ini kita ketahui mewakili satuan “Ribu”. Semoga bermanfaat.

TERPOPULER

TERKINI

Kawasan Industri Siap Terapkan Teknologi Baru Pengolahan Air dan Limbah

Jakarta, Satu Indonesia – Di tengah pertumbuhan kawasan industri yang semakin pesat, kebutuhan akan pengelolaan air bersih dan air limbah menjadi salah satu aspek...