Jakarta, Satu Indonesia – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi puncak arus mudik terjadi pada tiga hari sebelum Lebaran 2025.
Dalam keterangannya, Jum’at (7/3/2025), Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan bahwa pada H-3 dan H-2 Lebaran 2025 diperkirakan menjadi puncak dari arus mudik tahun ini.
“Kami memprediksi pada H-3 dan H-2 Lebaran 2025 adalah puncak arus mudik, yang paling tinggi pada H-3 Lebaran 2025,” ucap Anne, dikutip Senin (10/3/2025).
“Untuk perkiraan puncak arus balik itu di H + 5 Lebaran 2025,” sambung Anne.
Namun, prediksi puncak arus balik bisa saja melonggar hingga lebih dari H+5 Lebaran karena adanya kebijakan work from anywhere (WFA) dan perpanjangan cuti. Dan bila melihat dari data pembelian tiket, PT KAI memprediksi puncak arus balik tejadi pada H + 5 Lebaran karena ada jadwal masuk sekolah.
Selain itu, PT KAI juga telah menyiapkan 3.464 sarana angkutan selama periode mudik Lebaran 2025.
“Kalau lokomotif, ada jumlah peningkatan, baik untuk yang beroperasi ataupun untuk cadangan. Sebanyak 474 lokomotif akan bekerja di masa angkutan lebaran,” ucap Anne.
Diketahui PT KAI juga menyiapkan 1.972 kereta, 93 Kereta Rel Diesel (KRD), 894 Kereta Rel Listrik (KRL), 25 LRT Jabodetabek, dan 6 LRT Palembang.
Semua jumlah sarana angkutan Lebaran KAI pada 2025, mengalami peningkatan dibandingkan dengan 2024, kecuali untuk KRL dan LRT Palembang.
Jumlah sarana KRL mencapai 954 pada Lebaran 2024, kini hanya 894 yang beroperasi selama periode mudik Lebaran 2025. Adapun jumlah LRT Palembang pada 2024 dan 2025 tetap sama.
Periode masa angkutan Lebaran 2025 berlangsung selama 22 hari sejak 21 Maret 2024 hingga 11 April 2025.
PT KAI menyiapkan 4,59 juta kursi selama periode mudik Lebaran 2025 dengan total perjalanan kereta api sebanyak 48.837 perjalanan.
Lebih lanjut, Anne memaparkan jumlah perjalanan KA harian dari semua unit kereta selama 2025. Tercatat lebih dari 2.000 perjalanan KA harian yang terdiri dari 438 KAI, 94 Railink, 1.291 KCI, 2 KA Wisata, 358 LRT Jabodetabek, 94 LRT Palembang, dan 6 Makpar.
“Berarti, KAI Group menjalankan 2.283 perjalanan setiap hari, di luar kereta barang. Artinya, sudah meningkat dari tahun sebelumnya,” ungkap Anne.

