Jakarta, Satu Indonesia – Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri menyiapkan langkah-langkah strategis guna memastikan kelancaran arus mudik menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.
Fokus utama dalam operasi ini adalah penindakan terhadap travel gelap, pelanggaran Over Dimension Overload (ODOL), serta pencegahan kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat selama periode mudik.
Dalam keterangannya, Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso di Jakarta pada Jum’at (7/3/2025) menegaskan bahwa pihaknya akan mengintensifkan tindakan hukum guna menciptakan perjalanan yang aman dan tertib bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menindak tegas travel gelap dan pelanggaran ODOL yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, upaya pencegahan kecelakaan juga menjadi prioritas kami,” ujar Raden Slamet, dikutip Minggu (9/3/2025).
Tingginya angka kecelakaan dalam dua tahun terakhir, kata dia, menjadi perhatian serius. Pada 2023, tercatat 152.000 kasus kecelakaan, sementara pada **2024 jumlahnya sedikit menurun menjadi 150.000 kasus.
Untuk 2025, Korlantas Polri menargetkan penurunan lebih signifikan dengan memperkuat kegiatan preemtif, preventif, penegakan hukum, dan pelayanan publik.
“Penurunan angka kecelakaan menjadi target kami di 2025. Kami akan meningkatkan edukasi, patroli, serta penegakan hukum, dengan menggandeng berbagai instansi terkait,” tambahnya.
Guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan tol, Korlantas Polri akan mengintensifkan patroli sebagai bagian dari Satgas Kamseltibcarlantas. Tim ini terdiri dari Tim Traffic Accident Analysis (TAA), Tim Urai, dan Tim Rekayasa Lalu Lintas, yang bertugas merespons kemacetan dan kecelakaan dengan cepat dan efektif.
“Patroli di jalan tol harus dipersiapkan matang. Kami akan bergabung dalam Satgas Kamseltibcarlantas guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman,” terang Dirgakkum.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir di beberapa ruas jalan juga menjadi perhatian khusus. Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengimbau petugas di lapangan untuk aktif mengatur arus kendaraan guna mencegah penumpukan di titik-titik rawan.
Dengan strategi ketat ini, diharapkan Operasi Ketupat 2025 mampu menciptakan arus mudik yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Redaksi

