Kefamenanu, Satu Indonesia – Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (18/2/2025) malam.
Seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi korban setelah ditabrak sepeda motor di Jalan Raya Kefa – Napan, tepatnya di depan Losmen Sederhana, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Korban, Raymundus R. Taus (27), warga Kelurahan Kefamenanu Utara, mengalami luka robek di kepala akibat kejadian tersebut.
Kejadian bermula ketika sepeda motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi DH 5610 DG, yang dikendarai oleh Cornelis C. Taena (26) berboncengan dengan adiknya, Marsela M. Taena, melaju dari arah Kefa menuju Napan, Selasa (18/2/2025) sekitar pukul 23.30 WITA.
Cornelis dan Marsela tidak melihat korban yang sedang berbaring di badan jalan sebelah kiri, sehingga akhirnya tabrakan pun tidak sengaja terjadi. Insiden ini menyebabkan korban mengalami luka robek pada bagian kepala. Diketahui Raymundus yang merupakan korban memang seorang penderita gangguan jiwa.
Dalam keterangannya pada Rabu (19/2/2025), Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote melalui Kasubsi PIDM Polres TTU, Ipda Markus Wilco Mitang, menyatakan bahwa korban saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUD Kefamenanu.
“Saat tiba di TKP, diduga karena lampu sepeda motor yang digunakan dalam kondisi redup, pengendara tidak melihat korban yang sedang tidur di badan jalan sebelah kiri, akibatnya, kendaraan tersebut langsung menabrak korban.” ujar Kasubsi PIDM, Ipda Markus Wilco Mitang, dikutip Jum’at (21/2/2025).
Ipda Wilco menambahkan, Unit Laka Lantas Polres TTU telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini,” katanya.
Kepolisian Resor Timor Tengah Utara juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi jalan saat berkendara, terutama pada malam hari.
“Pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik dan selalu waspada terhadap potensi adanya pejalan kaki atau pengguna jalan lain,” imbau Ipda Wilco.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau kepada keluarga atau orang terdekat yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa agar selalu memberikan pengawasan dan perhatian.
“Ini penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

