Jumat, April 24, 2026
No menu items!

Remaja Putri di Shanghai Curi dan Jual Perhiasan Ibunya yang Bernilai Rp2,2 Miliar

Shanghai, Satu Indonesia – Media sosial di Shanghai baru-baru ini dikejutkan dengan kasus pencurian perhiasan yang dilakukan oleh seorang remaja perempuan pada Jum’at (7/2/2025).

Melansir laman SCMP pada Senin (10)2/2025), diberitakan seorang gadis remaja mencuri dan menjual perhiasan mahal milik ibunya hanya demi membeli sepasang anting-anting.

Gadis Bernama Li tersebut tidak mengetahui bahwa ternyata perhiasan milik sang ibu bernilai satu juta yuan atau sekitar Rp2,2 miliar. Sementara anting-anting yang ia beli hanyalah seharga Rp134.000.

Media sosial Tiongkok pun dipenuhi perdebatan hangat mengenai pola asuh orang tua imbas kasus tersebut.

Ketika sang ibu yang bernama Wang, menyadari pencurian yang dilakukan putrinya itu, ia bergegas melaporkan kejadian ini ke kantor polisi Wanli di Biro Keamanan Publik Putuo.

Penyelidikan menunjukkan bahwa Li, yang diduga sedang mengalami fase “pemberontakan remaja,” mengambil perhiasan dari rumah bahkan menjualnya untuk mendapatkan uang saku.

Sebuah video yang viral di internet memperlihatkan perhiasan yang dicuri, seperti gelang giok, kalung, dan berbagai batu permata.

Namun, Li tidak menyadari nilai sebenarnya dari perhiasan tersebut dan mengira bahwa barang-barang itu adalah barang palsu, sehingga ia menjualnya ke sebuah toko daur ulang giok di pasar lokal. Ia menjualnya dengan harga yang jauh lebih rendah dari nilai sebenarnya.

“Saya tidak tahu mengapa dia ingin menjualnya. Dia bilang dia butuh uang hari itu. Saat saya tanya berapa, dia jawab, ’60 yuan’. Saya tanya kenapa, dia bilang, ‘Saya lihat ada orang yang pakai studs bibir (piercing atau tindik bibir) dan saya pikir itu keren. Saya juga ingin punya,'” ungkap Wang kepada polisi.

“Dia bilang bahwa studs bibir itu harganya sekitar 30 yuan, dan mereka akan memberikan sepasang anting-anting lagi seharga 30 yuan, jadi totalnya 60 yuan,” tambahnya.

Setelah menerima laporan dari Wang, polisi segera bertindak cepat. Mereka memeriksa rekaman kamera pengawas dan bekerja sama dengan pengelola pasar untuk menemukan perhiasan yang sudah dijual.

“Pemilik toko sedang tidak ada di tempat pada hari itu, jadi kami menghubungi mereka melalui telepon dan mengatur agar mereka datang ke kantor polisi untuk koordinasi lebih lanjut,” kata petugas polisi Fan Gaojie.

Akhirnya, perhiasan yang dijual itu berhasil dikembalikan kepada Wang.

Kisah ini memicu diskusi hangat di kalangan netizen Tiongkok. Beberapa orang menunjukkan dukungan untuk orang tua, sementara yang lain merasa simpati terhadap gadis tersebut.

Seorang pengguna memberikan pendapat, “Apabila sebuah keluarga memiliki perhiasan bernilai satu juta yuan, mengapa mereka tidak memberikan sedikit uang saku kepada anak mereka?”

Komentar lain menambahkan, “Sangat mengkhawatirkan ketika seorang gadis remaja menjual perhiasan seharga 60 yuan hanya untuk membeli studs bibir. Dengan kekayaan yang dimiliki, bukankah seharusnya mereka dapat memberikan sedikit uang saku?”

Namun, ada suara lain yang berbeda, “Memberikan uang saku untuk membeli studs bibir kepada anak di bawah umur? Sebagai mahasiswa, saya tidak setuju dengan hal tersebut.”

Seorang netizen lainnya berkomentar, “Situasi ini sangat kacau, mengganggu pemilik toko, polisi, dan semua pihak yang terlibat. Remaja seharusnya dapat berkomunikasi dengan orang tua mereka. Mencuri dari keluarga tetap merupakan tindakan pencurian. Ini adalah kegagalan dalam pola asuh dan bukan alasan untuk menyalahkan perilaku remaja yang memberontak.”

Dari kasus ini kita menyadari betapa pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta perlunya pengawasan yang bijak dalam memberikan kebebasan kepada anak-anak, terutama pada masa remaja yang sering kali penuh dengan gejolak emosional.

Remaja perlu merasa didengar dan dipahami oleh orang tua mereka agar tidak mengambil langkah yang salah. Dengan demikian, hubungan antara orang tua dan anak dapat terjalin dengan baik dan mengurangi kemungkinan terjadinya masalah di kemudian hari.

TERPOPULER

TERKINI