Selasa, April 21, 2026
No menu items!

Gegara Jembatan Busui Ambruk, BBPJN Minta Perusahaan Tanggung Jawab!

Balikpapan, Satu Indonesia – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) meminta pertanggungjawaban perusahaan atas ambruknya jembatan penghubung antarprovinsi yang berlokasi di Desa Busui, Kecamatan Baru Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

Permintaan tersebut disampaikan Kepala BBPJN, Hendro Satrio Kamaluddin di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (20/1/2025).

“Kami minta tanggung jawab perusahaan pengolahan semen untuk perbaiki jembatan antarprovinsi yang ambruk,” ujar Hendro, dilansir dari Antara, Senin (20/1/2025).

Jembatan antarprovinsi di Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser tersebut menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dengan Provinsi Kalimantan Selatan.

Jembatan yang berada di jalan nasional itu juga menjadi akses utama masyarakat sekitar untuk transportasi mengangkut hasil perkebunan.

Jembatan akses penghubung antara Provinsi Kalimantan Timur dengan Provinsi Kalimantan Selatan tersebut ambruk, jelas dia, setelah rangka jembatan tertabrak truk kapsul semen milik salah satu perusahaan pengolahan semen pada Kamis (16/1/2025).

Jembatan antarprovinsi yang ambruk harus dibangun ulang mengingat jembatan telah berusia 37 tahun atau sudah ada sejak 1988.

Pembangunan ulang dilakukan dengan bentang panjang yang lebih panjang.

“Sekarang bentang panjang jembatan 36 meter, dan akan dibangun ulang dengan bentang panjang 42 meter,” tambahnya.

Pembangunan ulang jembatan antarprovinsi yang menggunakan konsep rangka baja tersebut, katanya, bakal dilakukan perusahaan pengolahan semen yang salah satu truk milik perusahaan itu menabrak rangka jembatan.

Untuk itu, “BBPJN dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Paser, sudah menyiapkan jalan alternatif sebagai langkah darurat dan melakukan pengalihan arus lalu lintas,” tandasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI