Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Raih Penghargaan One Planet City Challenge (OPCC) 2024, Balikpapan Peringkat 7 Asia dan 9 Dunia

Balikpapan, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Balikpapan berhasil menerima penghargaan One Planet City Challenge (0PCC) Tahun 2024 dari World Wide Fund for Nature (WWF).

Penghargaan ini sebagai sebuah inisiatif yang mendorong pembangunan kota berkelanjutan sesuai dengan tujuan Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global di bawah 1,5 derajat celcius.

Penghargaan itu diterima langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana yang mewakili Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dalam rangkaian City Leaders Talk: Southeast Asian Cities’ Commitment to the Paris Agreement dalam Forum WWF Eco Echo: Untuk Indonesia di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta pada Kamis (5/12/2024).

“Kota Balikpapan jadi salah satu National Finalist dari 359 kota di tingkat global dengan 48 negara yang ikut serta,” ujar, Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana Sudirman Djayaleksana, Sabtu (7/12/2024).

Program One Planet City Challenge ini dikampanyekan sepanjang Oktober 2024 lalu. Selain Kota Balikpapan dalam rangkaian kegiatan ini Kota Ponorogo dan Kota Pontianak juga menjadi finalis dalam ajang ini.

“Kota Balikpapan di asia berada diperingkat 7 dan peringkat 9 untuk dunia,” jelasnya.

Sudirman Djayaleksana menambahkan, penghargaan yang ada merupakan sebuah inisiatif yang mendorong pembangunan kota berkelanjutan. Sesuai dengan tujuan perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global di bawah 1,5 derajat celcius.

Dimana penilaian ini berdasarkan pelaporan upaya aksi mitigasi dan adaptasi yang dilakukan oleh Pemkot Balikpapan setiap tahunnya melalui platform Internasional Carbon Disclosure Project (CDP).

“Terima kasih kepada semua pihak yang terus berkontribusi mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang peduli lingkungan. Mari terus bersama menjaga bumi kita tercinta,” pintanya.

Sudirman Djayaleksana menjelaskan, Kota Balikpapan dipilih karena dapat mengimplementasikan visi yang jelas dalam penanganan perubahan iklim dan memiliki rencana strategis yang baik pada mitigasi bencana, apalagi lokasi Balikpapan yang berada di daerah pesisir.

“Salah satunya upaya penanganan sampah pesisir di Kota Balikpapan. Jika tidak dibersihkan petugas, bisa menghasilkan sampah pesisir 360 ton setahun,” ungkapnya.

Ditambahkanya, Kota Balikpapan juga selain itu mempunyai inovasi yang baik dalam hal pemanfaata gas metan yang ada di TPA Manggar. Sehingga mencegah pencemaran udara dan menciptakan lingkungan yang bersih.

“Pengelolaan gas metan ini bisa dirasakan warga yang bermukim di sekitar TPA Sampah Manggar. Sehingga tidak perlu memakai elpiji yang harganya cukup tinggi,” katanya.

One Planet City Challenge telah diikuti 359 kota di lebih dari 48 negara di dunia. WWF sendiri merupakan sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan.

(MH/HL)

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...