Jakarta, Satu Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menetapkan 53 agenda berisi strategi program untuk mendukung pelaksanaan program percepatan (quick win).
Dari 53 agenda tersebut, dua di antaranya terdapat mega proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall/GSW) dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal ini diungkapkan Staf Ahli Menteri PU Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja dalam acara Forum Tematik Bakohumas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Selasa (26/11/2024).
Ia mengatakan kedua proyek ini menjadi pendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan kementerian/lembaga (KL) lainnya.
“Ada Giant Sea Wall ya, ini IKN masih dalam menu (proyek strategis),” ujar Endra, dilansir dari detifinance, Kamis (28/11/2024).
Menurut paparannya, tampak rincian agenda pelaksanaan proyek-proyek strategis dalam beberapa tahun ke depan. Pertama untuk Giant Sea Wall, Kementerian PU akan melaksanakan desain riviu dan persiapan konstruksi.
Kedua untuk proyek IKN, total ada 8 agenda yang terdiri atas pembangunan Kantor Presiden, jalan Tol IKN Segmen KTT-Kariangau-Sp. Tempadung, Kantor Kemensetneg, Kantor Kemenko 1 sd 4, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 1 KIPP IKN, dan Jalan Tol IKN Segmen Sp. Tempadung-Jembatan Pulau Balang.
Berikutnya di sektor konektivitas ada 14 agenda, beberapa di antaranya duplikasi Jembatan Liliba dan Kr. Peudada), penyelesaian pembangunan Jalan Tol Padang Sicincin, serta Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi I Padang Tiji-Seulimeum.
Di samping itu, masih ada 6 agenda pembangunan di sektor pasar rakyat, 4 agenda di sektor air minum, serta 4 agenda di sektor sanitasi, air limbah, & persampahan. Berikutnya ada 6 agenda pembangunan sarana olahraga, 3 agenda penataan kawasan, 3 agenda sarana kesehatan dan pendidikan, serta 4 agenda lain-lain.
Sedangkan untuk program quick win sendiri, Endra mengatakan, kementerian PU berkontribusi dalam mendukung Quick Wins 3 yakni ketahanan ketahanan pangan, dan Quick Wins 4 dalam revitalisasi sekolah/madrasah.
Untuk ketahanan pangan terdiri atas 11 agenda, antara lain 5 agenda pembangunan bendungan, 2 agenda irigasi, dan 4 agenda konektivitas mendukung Food Estate dan sentra pangan.
Sedangkan untuk revitalisasi sekolah/madrasah, total ada dua agenda yang terdiri atas pembangunan sekolah/madrasah, serta peresmian rekonstruksi sekolah/madrasah. Sasarannya total ada 11.420 sekolah/madrasah, dengan alokasi anggaran Rp 19,5 triliun.
“Quick Wins utama kita adalah ketahan pangan dan satu yang juga ditambahkan di dalam program Asta Cita Pak Presiden kita, adalah tentang revitalisasi sekolah. Tentunya nanti ini bekerja sama dengan Kementerian Dikdasmen dan juga dengan Kementerian Agama.
Redaksi

