Senin, April 20, 2026
No menu items!

KY Lakukan ini Buntut Vonis Bebas Ronald Tannur

satuindonesia.co.id, Jakarta – Komisi Yudisial RI menegaskan untuk melakukan hak inisiatifnya mendalami putusan bebas Gregorius Ronald Tannur oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Akibat menjadi sorotan publik, meskipun tidak ada laporan, “KY menggunakan hak inisiatifnya untuk melakukan pemeriksaan pada kasus tersebut,” ucap anggota dan Juru Bicara KY Mukti Fajar Nur Dewata, dalam keterangan tertulisnya, dilansir Antara.

Meskipun KY tidak bisa menilai putusan hakim, namun, kata dia, sangat memungkinkan bagi KY untuk menurunkan tim investigasi untuk mendalami putusan tersebut guna melihat apakah ada dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

KY lantas mempersilakan publik untuk melaporkan dugaan pelanggaran kode etik hakim jika memiliki bukti-bukti pendukung agar pihaknya dapat menindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“KY memahami apabila akhirnya timbul gejolak karena dinilai mencederai keadilan,” tegas Mukti, di Jakarta, Kamis (25/7/2024).

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya memutus bebas Gregorius Ronald Tannur, anak anggota DPR RI nonaktif Edward Tannur, dari dakwaan pembunuhan Dini Sera Afriyanti (29) pada Rabu (24/7/2024).

Hakim Ketua Erintuah Damanik menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan maupun penganiayaan yang menyebabkan tewasnya korban.

“Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan pertama Pasal 338 KUHP atau kedua Pasal 351 ayat (3) KUHP atau ketiga Pasal 359 KUHP dan 351 ayat (1) KUHP,” ucapnya.

Hakim juga menganggap terdakwa masih ada upaya melakukan pertolongan terhadap korban pada saat kritis yang dibuktikan dengan upaya terdakwa yang sempat membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

“Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan jaksa penuntut umum di atas,” kata dia.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyatakan kasasi terhadap vonis tersebut.

“Dari alat bukti seperti surat visum et repertum atau VER sudah ditegaskan mengenai adanya luka di hati korban akibat dari benda tumpul,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Surabaya Putu Arya Wibisana kepada wartawan di Surabaya pada Kamis (25/7/2024).

Mewakili tim penuntut umum dari Kejari Surabaya, Putu mengatakan bahwa hasil VER juga membuktikan adanya bekas ban mobil yang menindas bagian tubuh korban Dini Sera Afrianti.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...