satuindonesia.co.id, Samarinda – Persiapan membangun pabrik minyak goreng skala kecil tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah warga setempat sekaligus memenuhi kebutuhan setidaknya bagi warga Kaltim.
Rencana ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ence Achmad Rafiddin Rizal di Samarinda pada Sabtu (6/7/2024).
“Sebagai langkah persiapan pendirian pabrik, kami sudah melakukan pembahasan dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop), dan UMKM Kaltim pada Selasa, empat hari lalu,” kata Ence, dilamar dari Antara, Minggu (7/7/2024).
Ia mengatakan, kolaborasi antara sektor perkebunan dan perindustrian sangat penting untuk meningkatkan produksi minyak goreng lokal, termasuk sebagai upaya mendongkrak ekonomi regional, karena perkebunan kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng Kaltim berpotensi untuk hilirisasi.
Pasalnya, luas perkebunan area kelapa sawit milik perusahaan besar maupun perkebunan rakyat di Kaltim mencapai 1.411.861 hektare (ha).
Dirincikan, perkebunan sawit yang dikuasai oleh perusahaan besar swasta berkisar 972 ribu ha, sementara perkebunan sawit rakyat dengan luas berkisar 373 ribu ha.
Dengan demikian, dari luas tersebut, maka produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 19,2 juta ton atau setara dengan 3,8 juta ton crude palm oil (CPO).
Besarnya potensi itu, membuka peluang until mendirikan pabrik minyak goreng sawit, utamanya jika dikaitkan dengan adanya inovasi teknologi pengolahan kelapa sawit yang direkomendasikan oleh Dirjen Kementerian Pertanian.
Rekomendasi itu dengan memanfaatkan banyaknya bahan baku TBS dari perkebunan rakyat, yakni dibangun secara swadaya bersama petani.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Disperindagkop juga memberikan pandangan, yakni pihak terkait dapat mendukung sesuai kewenangan masing-masing, seperti pelatihan dan bantuan pendanaan untuk pengusaha kecil dan menengah di sektor perkebunan.
Pertemuan juga membahas berbagai aspek teknis, operasional, dan sosial ekonomi, termasuk kesiapan lahan, teknologi produksi yang akan digunakan, dampak ekonomi yang diharapkan mendongkrak pendapatan masyarakat setempat, dan sepakat mengawasi pelaksanaan proyek pabrik tersebut.
Redaksi

