Selasa, April 21, 2026
No menu items!

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Ungkap Gempa Bumi Garut Tidak Berpotensi Tsunami

satuindonesia.co.id, Garut – Gempa bumi berkekuatan 6.2 Magnitudo terjadi di Garut pada Sabtu (27/4/2024) sekitar pukul 23.29 WIB. Gempa bumi tersebut hampir dirasakan di seluruh pulau Jawa.

Melansir dari BMKG, Gempa bumi Garut terjadi pada kedalaman 70 km dengan epicenter 8.39° LS – 107.11° BT.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Dr. Daryono, S.Si, M.Si., mengatakan bahwa gempa bumi Garut yang terjadi diakibatkan karena adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat.

“Atau populer disebut gempa dalam lempeng (intra-slab earthquake),” sambung Daryono.

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, lanjutnya, menunjukkan bahwa gempa bumi mempunyai pergerakan naik (thrust fault).

Selain itu, ditemukan adanya gempa bumi susulan (aftershock) yang berkekuatan 3.1 Magnitudo.

“Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” ungkap Daryono.

“Sehingga masyarakat dihimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menghimbau kepada masyarakat di wilayah Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Garut dan sekitarnya untuk tetap waspada terhadap potensi bencana ikutan akibat gempa bumi tektonik M 6.2.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk menghindari bangunan rusak ataupun retak yang dihasilkan dari gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal apakah cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah,” ujar Dwikorita.

TERPOPULER

TERKINI