Kamis, September 17, 2026
No menu items!

Kabut Asap Karhutla Muncul, Kasus ISPA Balikpapan Naik hingga 19,8 Persen

Balikpapan, Satu Indonesia – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Balikpapan mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Kenaikan tersebut terjadi di tengah munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat peningkatan pada sejumlah jenis penyakit infeksi saluran pernapasan jika dibandingkan dengan kondisi pada Juli 2026.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, Apt., M.A.P., mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat paparan kabut asap.

“Pada Agustus memang terdapat peningkatan kasus ISPA dibandingkan Juli 2026. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap,” kata Alwiati, Kamis (17/9/2026).

Berdasarkan data Dinkes Balikpapan, kasus acute nasopharyngitis atau common cold (J00) meningkat dari 5.861 kasus pada Juli menjadi 6.280 kasus pada Agustus. Jumlah tersebut bertambah 419 kasus atau sekitar 7,2 persen.

Peningkatan juga terjadi pada kasus acute pharyngitis (J02) atau radang tenggorokan akut. Kasusnya naik dari 1.714 pada Juli menjadi 1.966 kasus pada Agustus, atau meningkat sekitar 14,7 persen.

Kenaikan tertinggi tercatat pada kasus acute upper respiratory infection, unspecified (J06.9) atau infeksi saluran pernapasan atas yang tidak spesifik.

Kasus J06.9 meningkat dari 1.135 kasus pada Juli menjadi 1.361 kasus pada Agustus. Artinya, terjadi penambahan 226 kasus atau sekitar 19,8 persen.

Menurut Alwiati, peningkatan kasus tersebut perlu diantisipasi dengan langkah pencegahan, terutama ketika kualitas udara menurun akibat paparan asap.

“Masyarakat harus mulai melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak semakin mudah terserang gangguan pernapasan,” ujarnya.

Dinkes Balikpapan mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap mulai memengaruhi kualitas udara.

Masyarakat juga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak, mencukupi kebutuhan air putih, serta menjaga asupan makanan bergizi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar apabila tidak mendesak, memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi,” kata Alwiati.

Selain itu, warga diingatkan untuk menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.

Alwiati juga meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, maupun keluhan pernapasan lainnya.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan ISPA. Terutama bagi anak-anak, lansia dan kelompok masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu,” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI

Prabowo Jajal LRT Jakarta dari Kelapa Gading ke Manggarai

Jakarta, Satu Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menjajal perjalanan menggunakan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026).Melalui perjalanan tersebut, Presiden Prabowo melihat...