Kamis, September 17, 2026
No menu items!

Gelar OMC, 3 Ton NaCl Disebar Picu Hujan di Kaltim

Samarinda, Satu Indonesia – Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini tengah memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan, salah satu upaya yang dilakukan yaitu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Perkembangan pelaksanaan OMC dibahas dalam briefing penanganan siaga darurat karhutla dan kekeringan yang berlangsung di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kamis (17/9/2026).

Pada 16 September, penyemaian awan dilakukan di wilayah Kutai Kartanegara pada pukul 08.20–10.20 WITA. Selanjutnya, operasi dilakukan pada pukul 12.02–14.25 WITA di wilayah Kutai Timur dan Samarinda. Operasi kemudian dilanjutkan pada pukul 17.02 WITA, operasi juga menyasar Balikpapan, Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Untuk pelaksanaan OMC pada 17 September, sebanyak 3 ton natrium klorida (NaCl) disiapkan sebagai bahan semai.

Pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan analisis dan prakiraan cuaca, termasuk potensi pertumbuhan awan serta perkiraan akumulasi curah hujan yang berada pada kategori ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.

Tenaga Ahli Kepala BNPB, Marsma TNI Albertus Irianto, mengatakan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan menjadi peluang untuk membantu mengurangi dampak asap dan kondisi kering di sejumlah daerah.

“Kami berharap awan yang berpotensi dapat menurunkan hujan, sehingga kondisi di wilayah terdampak dapat berangsur membaik,” ujar Albertus, di Samarinda.

Menurut hasil pemantauan, potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kaltim berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan kisaran peluang sekitar 50–70 persen.

Meski demikian, upaya modifikasi cuaca tetap perlu diiringi dengan pemantauan kondisi atmosfer dan titik panas secara berkelanjutan. Pemerintah daerah dan unsur penanggulangan bencana juga terus melakukan sinkronisasi data untuk memastikan informasi mengenai kondisi karhutla, asap, cuaca, dan dampaknya dapat disampaikan secara akurat kepada masyarakat.

Melalui pelaksanaan OMC, pemerintah berharap peluang turunnya hujan dapat meningkat, terutama di wilayah yang masih menghadapi kondisi kering dan terdampak asap akibat karhutla.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi dampak bencana hidrometeorologi di Kalimantan Timur.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Ratusan Personel DVI Profesional Polri Diterjunkan Identifikasi Korban KM Virgo

Jakarta, Satu Indonesia - Polri menerjunkan personel Disaster Victim Identification (DVI) di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat kesiapan penanganan korban...