Kamis, Agustus 20, 2026
No menu items!

Petani Tersenyum, Harga TBS Sawit Kaltim Makin Nanjak

Samarinda, Satu Indonesia – Memasuki periode 1–15 Agustus 2026, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mengalami kenaikan sebesar Rp33,58 per kilogram atau sebesar 0,95 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan ini menjadi angin segar bagi para petani kelapa sawit di Bumi Etam julukan Kalimantan Timur ditengah tren kenaikan harga komoditas sawit yang terus menguat.

Dalam keterangan resmi pada Kamis (20/8/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, drh Arief Murdiyatno, menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut berdasarkan hasil penetapan tim yang mengacu pada perkembangan harga CPO dan kernel.

“Harga rata-rata tertimbang CPO mencapai Rp15.230,55 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.521,48 per kilogram,” ujar Arief di Samarinda.

Dirinya menerangkan, kenaikan harga TBS pada periode ini juga mempengaruhi menguatnya harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan.

Dari hasil penetapan, harga TBS untuk tanaman berumur 3 tahun ditetapkan sebesar Rp3.127,56 per kilogram. Selanjutnya tanaman umur 4 tahun sebesar Rp3.227,21 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.316,48 per kilogram, dan umur 6 tahun Rp3.389,18 per kilogram.

Sementara untuk tanaman berumur 7 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.438,10 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.493,65 per kilogram, dan umur 9 tahun Rp3.536,40 per kilogram.

Untuk harga tertinggi, berlaku untuk tanaman berumur 10 hingga 20 tahun, yakni mencapai Rp3.561,69 per kilogram.

Sedangkan tanaman berumur 21 tahun ditetapkan sebesar Rp3.510,05 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.439,58 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.363,55 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.325,61 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.294,44 per kilogram.

Lebih lanjut Arief menambahkan bahwa daftar harga ini menjadi standar harga bagi petani kelapa sawit yang telah tercipta dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur, khususnya petani plasma.

Dirinya pun berharap kemitraan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola PKS dapat terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani.

“Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani dapat lebih terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” tegasnya.

Atas meningkatnya kembali harga TBS, pemerintah berharap kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Timur ikut mendorong dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Kebakaran 10 Rumah Permukiman Padat di Balikpapan, BPBD Terjunkan 15 Armada

Balikpapan, Satu Indonesia - Kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Dahor II, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur pada Kamis (20/8/2026) pagi mengalami kebakaran hebat.Kobaran api...