Minggu, Agustus 16, 2026
No menu items!

1.708 Pohon Sekaligus Ditanam di IKN, Aksi Hijau Ini Catat Rekor MURI

Penyerahan penghargaan rekor MURI atas penanaman 1.708 bibit pohon dari 19 jenis di kawasan taman kota dalam rangkaian gerakan “Merdeka Bersama Alam” di IKN, Sabtu (15/8/2026). (Dok. Humas Otorita IKN/Kevin)

NUSANTARA, Satu Indonesia – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya diwarnai berbagai kegiatan perayaan. Sebanyak 1.708 pohon ditanam dalam satu rangkaian penghijauan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kolam Retensi DAS Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Sabtu (15/8/2026).

Gerakan bertajuk “Merdeka Bersama Alam” tersebut sekaligus membawa pencapaian tersendiri. Penanaman ribuan bibit pohon itu berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penanaman bibit pohon terbanyak di taman kota.

Lebih dari 2.300 peserta terlibat dalam penghijauan tersebut. Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari jajaran Forkopimda, anggota Pramuka, pelajar, pedagang pasar, masyarakat adat, hingga perwakilan dunia usaha dan rumah sakit.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penghijauan di Nusantara diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, menjaga lingkungan perlu dibangun sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. “Buat kami sebenarnya ingin mengajak masyarakat ini menjadi lifestyle (gaya hidup), bukan hanya memperingati hari-hari besar, tapi karena kita memang butuh untuk menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujar Basuki.

Penanaman pohon dalam gerakan “Merdeka Bersama Alam” di RTH Kolam Retensi DAS Sanggai, IKN, Sabtu (15/8/2026). (Dok.CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Pohon yang ditanam juga dipilih untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem hutan hujan tropis. Jenis kayu endemik Kalimantan seperti ulin, meranti, bangkirai, gaharu, balangeran, dan keruing menjadi bagian dari bibit yang ditanam.

Tidak hanya pohon kayu, jenis tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman buah juga ikut ditanam. Rambutan, kasturi, mata kucing, dan langsat dipilih untuk mendukung ketersediaan pakan alami bagi satwa liar sekaligus memperkuat fungsi RTH agar memiliki manfaat ekologis dan produktif.

Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, mengatakan penanaman tersebut tercatat sebagai rekor superlatif karena mencapai 1.708 pohon dari 19 jenis tanaman dalam kawasan taman kota. “Penanaman 1.708 pohon dari sembilan belas jenis ini merupakan rekor terbanyak di kawasan taman kota,” tegas Yusuf.

Menurut Yusuf, penghijauan tersebut juga memberikan manfaat bagi lingkungan, seperti membantu menjaga fungsi hidrologis, mencegah erosi, menekan suhu udara, serta mempertahankan kawasan Nusantara agar tetap hijau di masa mendatang.

Di balik pencatatan ribuan pohon tersebut, teknologi juga digunakan untuk memastikan setiap tanaman yang ditanam dapat terdokumentasi. Otorita IKN menerapkan pendokumentasian berbasis digital melalui aplikasi iKNOW, yang dikembangkan oleh Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN.

Melalui aplikasi tersebut, setiap pohon diverifikasi secara real-time menggunakan teknologi geotagging. Peserta melakukan unggahan swafoto dari lokasi penanaman sehingga keberadaan pohon dapat dicatat berdasarkan titik lokasi penanamannya.

Penerapan sistem tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari penghijauan di Nusantara. Selain menambah vegetasi, proses pendataan pohon juga dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pencatatan yang lebih terukur.

Keterlibatan generasi muda terlihat dari kehadiran sekitar 400 anggota Pramuka Kwarda Kalimantan Timur. Mereka ikut turun langsung menanam pohon sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan di kawasan ibu kota baru.

Perwakilan Dewan Kerja Daerah Pramuka Kwarda Kaltim, Muhammad Askar Wiryawan, mengatakan pengalaman tersebut menjadi bentuk penerapan nilai Dasadharma Pramuka, khususnya dalam mencintai alam dan lingkungan.

“Sebagai anggota Pramuka yang berpegang pada Dasadharma cinta alam, kami tergerak untuk bersama-sama membangun IKN sebagai wajah Indonesia. Ini pengalaman baru bagi kami. Harapannya kawasan yang dibangun di IKN terus diimbangi dengan penghijauan kembali,” ungkap Askar.

RTH DAS Sanggai juga tidak hanya dihidupkan melalui kegiatan penghijauan. Fun Fishing, Paddle Board, panggung musik, serta pasar UMKM kuliner turut digelar untuk membuat kawasan tersebut menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor. Kementerian Kehutanan, SKK Migas Kalimantan Sulawesi, BPDAS Mahakam Berau, Bank Indonesia melalui SKB BI IKN, OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan turut memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.

SKB Bank Indonesia IKN misalnya, hadir melalui layanan penukaran uang tunai. Sementara OJK memberikan edukasi keuangan dan PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan mendukung kebutuhan operasional penghijauan.

Dukungan juga datang dari sejumlah mitra industri, energi, perhotelan, dan bisnis lokal. Di antaranya PT Inhutani I Wilayah Kalimantan Timur–Sulawesi Selatan, PT Gunung Bara Utama, PT Karya Putra Borneo, PT Graha Panca Karsa, PT Citra Dayak Indah, PT Tepian Indah Sukses, PT Multi Harapan Utama, PT Paricoal, Bank Artha Graha, Electronic City, Swissôtel Nusantara, Qubika Hotel Nusantara, serta Kampung Kecil.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penghijauan Nusantara tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat dan generasi muda ikut mengambil bagian dalam menjaga kawasan yang sedang berkembang sebagai ibu kota baru Indonesia.

Penanaman 1.708 pohon akhirnya tidak berhenti sebagai angka dalam sebuah rekor. Di balik pencapaian MURI tersebut, terdapat upaya untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan, memperluas ruang hijau, sekaligus membangun kebiasaan masyarakat agar penghijauan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui gerakan “Merdeka Bersama Alam”, perayaan kemerdekaan di Nusantara pun meninggalkan jejak yang berbeda. Bukan hanya dirayakan, tetapi ditanam dan diharapkan terus tumbuh bersama kawasan ibu kota baru.

TERPOPULER

TERKINI

Sejuk Minggu Pagi dan Riuh CFD di Hutan Kota Paser

Teras UMKM Kabupaten Paser menjadi salah satu pilihan pengunjung untuk berburu kuliner di tengah ramainya CFD Minggu pagi. Dok. Satu Indonesia/SalmaaTANAH GROGOT, Satu Indonesia...