Satu Indonesia, Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat pembangunan SMP Negeri 29 di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, untuk menambah daya tampung peserta didik sekaligus memenuhi kebutuhan layanan pendidikan di kawasan yang pertumbuhan penduduknya terus meningkat.
Guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana, Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan. Dalam peninjauan tersebut, ia menegaskan pembangunan sekolah baru merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Pemkot ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal. Kehadiran SMP Negeri 29 ini sangat penting untuk meningkatkan daya tampung siswa, khususnya di Balikpapan Utara yang pertumbuhan penduduknya cukup pesat,” ujar Bagus, Kamis (6/8/2026).
Bagus menjelaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan SMP Negeri 29 merupakan hibah dari pengembang Grand City sebagai bentuk pemenuhan kewajiban penyediaan fasilitas umum di kawasan perumahan.
Pembangunan sekolah dimulai pada Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada 24 Desember 2026. SMP Negeri 29 dirancang memiliki 12 rombongan belajar (rombel) serta dilengkapi aula multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sekolah, termasuk pelaksanaan upacara.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 39 persen atau berada di atas target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut membuat pemerintah optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Meski demikian, Pemkot Balikpapan mengingatkan kontraktor pelaksana agar tetap mengutamakan kualitas pekerjaan, menjaga kebersihan area proyek, serta menerapkan standar keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung.
Sementara itu, kontraktor pelaksana dari PT Norma Noor, Muhammad Kasim, mengatakan pembangunan SMP Negeri 29 mengusung konsep yang hampir serupa dengan SMP Negeri 27 Balikpapan, namun disesuaikan dengan karakteristik kawasan Grand City.
“Kami optimistis pekerjaan selesai sesuai kontrak, bahkan bila memungkinkan dapat lebih cepat dari target,” kata Kasim.
Ia menjelaskan bangunan sekolah menggunakan fondasi bore pile untuk memperkuat struktur. Proyek tersebut dikerjakan oleh sekitar 70 tenaga kerja dan terdiri atas dua gedung utama masing-masing dua lantai yang akan menunjang kegiatan belajar mengajar.
Selain pembangunan gedung sekolah, Pemkot Balikpapan bersama pengembang Grand City juga menyiapkan akses jalan menuju lokasi. Infrastruktur penunjang tersebut ditargetkan selesai sebelum sekolah mulai beroperasi agar aktivitas siswa, guru, dan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

