Samarinda, Satu Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Kalimantan Timur periode 21–31 Juli 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan curah hujan pada Dasarian III Juli 2026 diprediksi berada pada kategori rendah, yakni berkisar 0–50 milimeter (mm), dengan peluang kejadian hujan mencapai 70 hingga lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur.
“Curah hujan pada Dasarian III Juli 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah (0–50 mm),” ujar Riza pada Selasa (21/07/2026).
Ia menjelaskan, wilayah Kalimantan Timur bagian selatan dan timur diperkirakan menerima curah hujan yang lebih rendah, bahkan kurang dari 20 mm selama periode tersebut.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan deterministik sifat hujan, secara umum wilayah Kalimantan Timur diprediksi mengalami sifat hujan Bawah Normal, dengan persentase berkisar 31–84 persen dibandingkan kondisi klimatologisnya.
BMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Kalimantan Timur saat ini mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan durasi bervariasi, mulai dari kategori sangat pendek (1–5 hari) hingga kategori menengah (11–20 hari).

Durasi Hari Tanpa Hujan terpanjang tercatat di Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, yang mengalami 19 hari berturut-turut tanpa hujan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca terbaru, terutama bagi pelaku sektor pertanian, perkebunan, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, mengingat kondisi cuaca masih dapat berubah secara dinamis.

