Banjarmasin, Satu Indonesia – Karateka cilik asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur berhasil mencetak prestasi gemilang dalam Kejuaraan Karate Open Tournament dan Festival Shukaido Borneo 2 yang bergulir pada 10-12 Juli 2026 di GOR Hasanuddin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Arsyila Al Farizqy Ramadhani, atau yang biasa dipanggil Acy, seorang siswi dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 031 Tanah Grogot berhasil meraih prestasi dengan membawa pulang ragam medali pada kejuaraan se-Kalimantan itu.
Kedua orangtua Acy yakni Andi Hamzah dan Normayanti selalu mendampingi sang buah hati baik dalam menjalani program latihan, maupun hingga ke arena pertandingan.
Andi mengatakan, putri kecilnya itu meraih juara 3 dan mendapatkan medali perunggu pada kategori Kumite Beregu usia dini (pra pemula) putri, juara 3 Kumite usia dini dibawah 30kg, juara 1 Kumite festival putri dan juara 1 festival pertandingan Kata (jurus) Perorangan putri kelas 1-3.

“Kami turut bangga atas capaian Acy yang mampu meraih empat medali dari beberapa kategori yang diikuti. Semoga jadi atlet yang potensial untuk seni bela diri kedepannya,” ucap Andi.
Andi menerangkan, putrinya yang baru menginjak usia 9 tahun itu sangat membuat mereka bangga atas prestasi yang diraih. Karena di usia seperti ini menurutnya tidak mudah dalam mengontrol emosi, dan mental bertanding.
“Kami sebagai orang tua merasa bangga dan berterima kasih atas upaya anak termasuk kepada pelatih yang sudah membina dia sampai meraih prestasi ini,” jelasnya.
Atas prestasi yang diraih dalam event ini, Andi dan Istrinya pun bakal mendukung putri kesayangannya itu untuk menggeluti dunia Karate-Do, selama Acy menyukai olahraga bela diri tersebut.
Ia berharap, kegiatan positif dengan berolahraga sejak usia dini seperti putrinya ini dapat memberikan dampak positif untuk ke depannya dalam masa tumbuh kembangnya serta mampu menjaga diri.
Andi pun mengajak semua pihak untuk dapat terus mendukung setiap keinginan anak dalam bidang olahraga dengan memberikan dukungan atas bakat yang dimiliki.
“Semoga ini jadi pembelajaran juga untuk semua pihak untuk tidak membatasi mimpi atau keinginan anak dalam menekuni apa yang dimau,” harapnya.
Sumber: RRI

