Samarinda, Satu Indonesia – Peran guru menjadi perhatian utama dalam Workshop Penguatan Pendidikan Inklusi pada RA dan Madrasah se-Kalimantan Timur yang digelar Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur.
Guru dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keberagaman peserta didik. Karena itulah, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembelajaran diferensiasi, penguatan empati, hingga pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga profesional.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kaltim, Sabransyah, menegaskan guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran.
“Guru juga berperan membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik,” ujarnya pada Rabu (08/07/2026).
Ia menilai, setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda sehingga guru dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran sesuai karakteristik peserta didiknya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan pendidikan inklusi di madrasah.
“Guru yang hebat adalah guru yang mampu menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya. Madrasah juga harus menjadi tempat yang aman, ramah anak, dan bebas dari diskriminasi,” katanya.
Selain memperkuat kapasitas guru, workshop juga menjadi bagian dari komitmen Kanwil Kemenag Kaltim dalam memperluas penerapan pendidikan inklusi di seluruh madrasah. Materi kegiatan turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube agar dapat diakses oleh guru yang belum sempat mengikuti kegiatan secara langsung.
Melalui penguatan kompetensi guru dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kanwil Kemenag Kaltim berharap seluruh madrasah mampu memberikan layanan pendidikan yang setara bagi setiap anak.
Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang menghargai perbedaan dan mengembangkan potensi setiap peserta didik.

