Selasa, Juli 7, 2026
No menu items!

FABC 2026: Indonesia Siap Sambut Ratusan Uskup dari Seluruh Asia

Jakarta, Satu Indonesia – Indonesia resmi menjadi tuan rumah Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) 2026, yang akan berlangsung pada 20–26 Juli 2026 di Jakarta. 

Pertemuan para uskup se-Asia ini menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat dialog lintas agama, sekaligus menunjukkan praktik nyata kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa.

Pada Selasa (07/07/2026), Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai aspek penyelenggaraan agar seluruh delegasi internasional memperoleh pengalaman terbaik selama berada di Indonesia.

“Kami ingin para delegasi merasakan keramahan Indonesia sejak pertama kali tiba. Seluruh layanan akan dipersiapkan sebaik mungkin agar mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman sekaligus melihat secara langsung wajah kerukunan Indonesia,” ujar Menag.

Menurut Menag, FABC bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari soft power diplomacy Indonesia dalam memperkenalkan nilai toleransi, dialog, dan hidup berdampingan kepada masyarakat internasional.

“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam merawat keberagaman. Nilai inilah yang ingin kita hadirkan kepada para tamu sebagai kontribusi Indonesia bagi terciptanya perdamaian dunia,” katanya.

Salah satu agenda utama FABC adalah kunjungan para delegasi ke Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan tersebut menjadi simbol konkret harmoni antarumat beragama yang tumbuh di Indonesia.

Selain mengangkat semangat persaudaraan, FABC 2026 juga akan membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat Asia, mulai dari kemiskinan, keadilan sosial, hingga perubahan iklim. Tema-tema tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Indonesia dalam memperkuat ketahanan sosial serta mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi Kementerian Agama, penyelenggaraan FABC juga merupakan implementasi semangat persatuan sebagaimana tercermin dalam Asta Cita Pemerintah. Dialog lintas agama dipandang sebagai bagian penting dalam memperkuat kohesi sosial sekaligus menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

Di sisi lain, penyelenggaraan konferensi internasional ini diharapkan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata. Kehadiran ratusan pemimpin Gereja Katolik dari berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Jakarta dan Indonesia sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan terbuka bagi wisatawan mancanegara pascapandemi.

Kementerian Agama bersama kementerian dan lembaga terkait juga terus melakukan koordinasi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, termasuk penyediaan layanan kedatangan bagi para delegasi internasional sehingga proses kedatangan berlangsung efektif dan memberikan kesan positif sejak awal kunjungan.

TERPOPULER

TERKINI