Minggu, Juli 5, 2026
No menu items!

Siap Dongkrak Produksi Padi, Kaltim Mulai Terapkan PMAAS Secara Bertahap

Samarinda, Satu Indonesia – Kalimantan Timur mulai menerapkan inovasi peningkatan produksi padi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui metode Padi Tanam Hemat Air Super (PMAAS), produktivitas sawah yang selama ini rata-rata hanya 3,5–4 ton per hektare ditargetkan meningkat menjadi 6–7 ton per hektare.

Program yang menjadi bagian dari strategi swasembada pangan nasional ini akan diterapkan secara bertahap pada sekitar 7.000 hektare lahan pertanian di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim dengan pendampingan intensif dari penyuluh pertanian.

Dalam keterangannya, Jumat (03/07/2026), Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Timur, Ahmad Subhan mengatakan metode PMAAS telah menunjukkan hasil yang menjanjikan di sejumlah daerah. Bahkan, jika diterapkan sesuai standar budidaya, produktivitasnya berpotensi mencapai 10 ton gabah per hektare.

“Harapannya produktivitas padi di Kalimantan Timur bisa meningkat menjadi di atas 6 hingga 7 ton per hektare,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produktivitas merupakan langkah yang lebih realistis dibanding terus membuka lahan sawah baru. Dengan memanfaatkan teknologi dan pola budidaya yang lebih efektif, hasil panen dapat ditingkatkan tanpa harus menambah luas lahan pertanian.

Metode PMAAS menerapkan pola tanam yang lebih rapat sehingga jumlah tanaman per hektare meningkat. Dengan pengelolaan yang tepat, pola ini mampu menghasilkan panen yang lebih tinggi sekaligus lebih efisien dalam penggunaan air.

Langkah ini dinilai semakin penting seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pangan di Kalimantan Timur. Karena itu, peningkatan hasil panen menjadi kunci untuk menjaga pasokan beras daerah tetap aman dan berkelanjutan.

TERPOPULER

TERKINI