Sabtu, Juni 13, 2026
No menu items!

Pasca Kasus Pabrik Sabu, Pemkot Balikpapan Perketat Pencegahan dan Edukasi Antinarkoba

Balikpapan, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika menyusul terungkapnya kasus pabrik sabu di kota tersebut beberapa waktu lalu. Langkah yang dilakukan meliputi penguatan edukasi masyarakat, peningkatan pengawasan, serta kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum hingga masyarakat.

“Penanganan peredaran narkotika membutuhkan kerja sama semua pihak. Untuk pengawasan dan penindakan tentu menjadi kewenangan aparat kepolisian dan BNN, sedangkan pemerintah daerah fokus pada upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Bagus, Sabtu (13/6/2026).

Menurut dia, Balikpapan masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkotika yang cukup tinggi di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap berbagai jalur masuk ke kota harus terus diperkuat.

“Balikpapan termasuk daerah dengan tingkat peredaran narkotika yang cukup tinggi di Kalimantan Timur setelah Samarinda. Karena itu pengawasan harus terus diperkuat, baik melalui jalur laut, udara, maupun pelabuhan,” ujarnya.

Bagus menjelaskan, aparat penegak hukum selama ini telah melakukan berbagai operasi rutin di sejumlah kawasan yang dinilai rawan terhadap aktivitas peredaran narkoba, seperti Kampung Baru, Pelabuhan Semayang, dan kawasan Manggar.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan mengintensifkan program edukasi mengenai bahaya narkotika melalui organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya di sektor pendidikan. Sosialisasi kepada pelajar menjadi salah satu prioritas karena kelompok usia muda dinilai rentan terpapar penyalahgunaan narkoba.

“Edukasi kepada pelajar sangat penting agar mereka memahami risiko dan dampak buruk penyalahgunaan narkotika sejak dini,” katanya.

Selain melalui lingkungan sekolah, pemerintah juga memperkuat kampanye publik bersama aparat penegak hukum dan BNN melalui berbagai saluran komunikasi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba sekaligus memperkuat peran lingkungan dalam pencegahan.

Pengawasan juga diperketat melalui operasi gabungan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan narkotika, seperti tempat hiburan malam, hotel, dan rumah kos.

“Ruang gerak peredaran narkoba harus terus dipersempit agar tidak berkembang di tengah masyarakat, terutama di kalangan remaja,” ujar Bagus.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan anggota keluarga maupun warga sekitar yang terindikasi menggunakan narkotika. Menurutnya, rehabilitasi dapat menjadi solusi bagi pengguna untuk terbebas dari ketergantungan tanpa harus selalu berujung pada proses pidana.

“Masih ada keluarga yang memilih diam karena khawatir dengan konsekuensi hukum. Padahal rehabilitasi dapat menjadi jalan untuk membantu pengguna keluar dari ketergantungan narkotika,” katanya.

Bagus menilai keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama pada kelompok usia remaja hingga dewasa muda. Karena itu, orang tua diminta aktif membangun komunikasi dan memberikan pendampingan kepada anak-anak mereka.

“Anak-anak perlu diarahkan pada kegiatan positif, baik olahraga, seni, organisasi kepemudaan, maupun aktivitas sekolah. Dengan begitu mereka memiliki ruang untuk berkembang dan terhindar dari pengaruh negatif,” tuturnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga Balikpapan dari ancaman narkoba melalui penguatan pendidikan keluarga, nilai-nilai keagamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika semua pihak terlibat, peredaran dan penyalahgunaan narkotika dapat ditekan sehingga Balikpapan menjadi lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda,” kata Bagus.

TERPOPULER

TERKINI