Samarinda, Satu Indonesia – Membedaki bayi sehabis mandi merupakan hal yang sering dilakukan oleh para orang tua. Tujuannya tak lain untuk membuat Si Kecil menjadi harum dan segar. Namun, cara memakaikan bedak tersebut ternyata tidak boleh sembarangan karena dapat beresiko bagi kesehatan Si Kecil.
Risiko Menggunakan Bedak Bayi secara Berlebihan
Dalam menggunakan bedak bayi, sebaiknya hindari sekitar mulut dan hidung bayi. Itu karena kandungan talc pada bedak bayi dapat berdampak buruk bagi kesehatan bila sampai terhirup bayi.
Selain itu, sebaiknya gunakan bedak bayi secukupnya saja. Penggunaan bedak bayi secara berlebihan atau dalam jumlah yang terlalu banyak bisa mengakibatkan beberapa gangguan kesehatan, seperti:
Iritasi
Penggunaan bedak bayi mengandung talk dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif. Jika ingin mengeringkan kulit Si Kecil setelah mandi, lebih baik gunakan handuk berbahan lembut daripada bedak bayi.
Namun, jika ingin menggunakan bedak bayi, pastikan tidak menaburkannya terlalu banyak dan jangan sampai terhirup oleh bayi.
Gangguan pernapasan
Bedak bayi memiliki tekstur yang sangat halus dan mudah mengepul di udara. Hal ini menyebabkan partikel bedak bayi mudah terhirup oleh bayi.
Meski terhirup dalam jumlah yang sedikit, partikel dalam bedak bayi tersebut dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan bayi dan menimbulkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan mengi.
Kanker paru-paru
Kandungan talk dalam bedak bayi juga dipercaya dapat memicu kanker. Hal ini karena bedak bayi dengan bahan tersebut juga bisa mengandung zat berbahaya bernama asbes, yaitu zat karsinogenik yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Ketika zat asbes terhirup dalam jangka waktu lama, hal ini dapat meningkatkan risiko bayi terkena kanker paru-paru.
Pemakaian Bedak Bayi yang Aman dan Tepat
Tidak hanya untuk membuat Si Kecil lebih segar, bedak bayi juga sering dipakai untuk mengatasi biang keringat. Salah satu masalah yang dialami bayi terutama di negara tropis adalah biang keringat.
Biang keringat pada bayi bisa terjadi akibat tersumbatnya pori-pori kulit, sehingga keringat tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh. Selain itu, belum sempurnanya saluran keringat bayi juga bisa menjadi faktor penyebab munculnya biang keringat.
Supaya Anda tidak salah dalam membedaki tubuh Si Kecil, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:
- Tuangkan bedak bayi secukupnya ke telapak tangan Anda.
- Usap perlahan di tangan Anda sebelum mengusapkannya ke badan Si Kecil.
- Usapkan bedak ke dada dan punggung si kecil, dan bagian-bagian yang mudah berkeringat secara perlahan. Pastikan bedak yang diusapkan pada kulit Si Kecil tidak terlalu tebal.
- Hindari memakaikan bedak bayi tepat di area kemaluannya.
- Hindari pula memakaikan bedak bayi di sekitar mulut dan hidung, agar tidak terhirup atau tertelan olehnya.
Tips Memilih Bedak Bayi
Selain mengetahui cara membedaki bayi dengan benar, Anda juga perlu tahu cara memilih produk bedak yang cocok untuk kulit bayi. Berikut ini adalah kriteria bedak bayi yang baik:
- Mengandung talc yang dimurnikan.
- Berlabel hypoallergenic (cenderung tidak menyebabkan reaksi alergi).
- Memiliki wangi yang lembut dan tidak tajam.
- Sudah teruji secara dermatologis dan terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Perlu diingat, kulit bayi berbeda dengan kulit orang dewasa. Kulit bayi yang tipis, sensitif, dan masih bertumbuh, mudah mengalami masalah kulit. Karena itu, orang tua perlu cermat memilih produk perawatan kulit bayi, termasuk bedak bayi.
Jika setelah pemakaian bedak kulit Si Kecil tampak kemerahan, kering, bersisik, atau ia menjadi rewel karena gatal, segera hentikan pemakaian bedak bayi dan konsultasikan ke dokter.
Sumber: Alodokter

