Kamis, Mei 14, 2026
No menu items!

Hadapi Persaingan Ketat, Wuling Binguo Pro Laku Keras di China Sejak Pre-Order Dibuka

Beijing, Satu Indonesia – Wuling semakin mengokohkan eksistensinya di di pasar mobil listrik China. Bagaimana tidak, meski peluncuran resmi model terbaru mereka, Binguo Pro baru dijadwalkan pada 22 Mei 2026 nanti, antusiasme konsumen sudah terlihat jelas.

Sejak masa pre-order dibuka pada 14 April 2026, Binguo Pro langsung mencatat lebih dari 30 ribu pesanan. Bahkan, menurut laporan CarNewsChina, lebih dari 10 ribu unit sudah berhasil dikirim ke konsumen.

Capaian itu cukup menarik mengingat persaingan mobil listrik murah di China saat ini sangat ketat. Wuling sendiri diketahui tengah menghadapi tekanan penjualan di pasar domestik akibat banyaknya merek baru dan perang harga EV.

Binguo Pro sejatinya merupakan versi penyegaran besar dari Binguo reguler yang meluncur pertama kali pada 2023. Desainnya kini tampil lebih modern dengan lampu depan bulat bergaya retro, mirip bahasa desain terbaru mobil listrik Wuling.

Ukuran bodinya juga dibuat lebih besar. Mobil listrik ini memiliki panjang 4.050 mm, lebar 1.758 mm, tinggi 1.580 mm, dan wheelbase 2.560 mm. Secara dimensi, mobil ini sudah mendekati hatchback kompak modern.

Meski dimensinya membesar dan fitur bertambah, harga Binguo Pro tetap dibuat terjangkau. Di China, mobil ini dibuka dengan harga pre-sale mulai 58.800 yuan sampai 72.800 yuan atau sekitar Rp 133 juta-Rp 165 jutaan.

Untuk performa, seluruh varian dibekali motor listrik 65 kW atau setara 87 dk dengan kecepatan maksimum 130 km/jam. Baterainya menggunakan teknologi LFP (Lithium Ferro Phosphate).

Varian bawah memakai baterai 31,9 kWh dengan jarak tempuh 330 km metode CLTC. Sedangkan tipe atas menggunakan baterai 37,9 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 403 km CLTC.

Yang cukup menarik, Wuling membedakan sistem pendingin baterai berdasarkan tipe. Varian bawah masih menggunakan pendingin udara alias air cooling, sementara tipe atas sudah memakai liquid cooling atau pendingin cair.

Perbedaan ini cukup penting untuk penggunaan harian maupun fast charging. Pendingin cair mampu menjaga suhu baterai lebih stabil sehingga proses pengisian cepat bisa berlangsung lebih optimal.

Wuling mengklaim varian liquid-cooled mampu melakukan pengisian DC dari 30-80% hanya dalam 15 menit. Sedangkan versi air-cooled membutuhkan waktu sekitar 35 menit.

Selain itu, pengisian AC pada tipe atas juga lebih cepat karena sudah mendukung daya 6,6 kW, sementara tipe bawah masih 3,3 kW.

Kesuksesan Binguo Pro juga berpotensi menarik perhatian pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sebab, Wuling Motors Indonesia saat ini sudah memiliki basis produksi besar di Indonesia dan sebelumnya sukses menjual BinguoEV di Tanah Air.

Saat ini BinguoEV dijual di Indonesia dengan harga mulai Rp 301 jutaan. Jika versi Pro nantinya masuk pasar domestik, bukan tidak mungkin model ini bakal menjadi pilihan baru di segmen city car listrik dengan desain retro-modern dan fitur yang lebih lengkap.

TERPOPULER

TERKINI