Kamis, Mei 14, 2026
No menu items!

Bank Dunia Dukung Balikpapan Terapkan Konsep Air ABC Singapura

Balikpapan, Satu Indonesia – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) resmi memperkuat langkah menuju ketahanan air berkelanjutan.

Melalui kolaborasi strategis bertajuk Deep Dive Workshop, Balikpapan menggandeng Singapore Water Center dan Bank Dunia untuk mereplikasi konsep ABC (Active, Beautiful, Clean) yang telah sukses diterapkan di Singapura.

Dalam keterangannya, Senin (11/05/2026) Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, menjelaskan bahwa lokakarya yang berlangsung pada 5-6 Mei 2024 tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari diskusi global bersama 40 kota di dunia. Fokus utamanya adalah mentransformasi infrastruktur air kota agar memiliki standar kualitas internasional.

Rekonstruksi Waduk dengan Standar ABC

Salah satu poin krusial dalam rencana strategis ini adalah pengembangan Waduk Wonorejo Waduk Wonorejo dan Sungai Ampal Hulu.

Pada tahun 2027, Pemerintah Kota (Pemkot) dijadwalkan menyusun studi kelayakan (feasibility study) untuk menata kedua lokasi tersebut menjadi sumber air baku utama yang terintegrasi dengan ruang publik yang asri.

“Konsep ABC ini akan kita kembangkan tahap demi tahap. Tujuannya, air yang ditampung di Waduk Wonorejo dan Sungai Ampal Hulu nantinya aman digunakan sebagai sumber air baku untuk mengatasi defisit air di Balikpapan yang saat ini mencapai hampir 1.000 liter per detik,” kata Murni.

Tantangan Fiskal dan Partisipasi Masyarakat

Meskipun komitmen pemerintah sudah bulat, Murni menekankan adanya dua tantangan utama: dukungan fiskal dan partisipasi masyarakat. Implementasi teknologi air ala Singapura membutuhkan anggaran yang besar, sehingga pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kekuatan fiskal daerah secara bertahap.

Selain itu, kesuksesan program ini sangat bergantung pada pengelolaan limbah rumah tangga. Konsep ABC hanya bisa berjalan jika air hujan yang masuk ke waduk tidak terkontaminasi sampah atau limbah domestik.

“Masyarakat wajib mengelola sampah padat dan limbah cair dari dapur maupun toilet. Kami mendorong penggunaan septik tank yang memenuhi standar teknis agar air yang mengalir ke sungai dan waduk benar-benar bersih,” ujar Murni.

Dukungan Internasional dan Visi Kota Global

Kerja sama ini juga membawa angin segar bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Balikpapan. Singapore Water Center berkomitmen memberikan pelatihan secara daring maupun luring.

Sementara itu, Bank Dunia melalui program Sanimas Mantap akan terus mendukung dari sisi kajian hingga pembangunan fisik infrastruktur limbah.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Sebagai langkah awal menuju implementasi penuh, Pemkot Balikpapan bersama Diskominfo akan memulai sosialisasi secara masif di 2026 ini.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman masyarakat bahwa program ini merupakan kunci utama mewujudkan visi Balikpapan sebagai Kota Global yang mampu menyediakan air minum sehat dan merata bagi seluruh warganya.

TERPOPULER

TERKINI