Rabu, Mei 13, 2026
No menu items!

9 Tips Baking Anti Gagal untuk Pemula

Samarinda, Satu Indonesia – Baking adalah kegiatan memasak yang dilakukan dengan memanggang melalui oven kompor atau oven listrik tanpa menggunakan air ataupun minyak dalam proses memasaknya.

Saat baru mulai belajar baking, banyak pemula sering menghadapi masalah. Hal itulah yang membuat proses baking bisa menjadi sangat menantang.

Meski begitu, aktivitas ini mampu menghadirkan momen kebersamaan, melatih kesabaran, serta memberikan ruang untuk berkreasi. Berikut beberapa tips baking yang bisa dilakukan bagi pemula agar tidak mengalami kegagalan dalam percobaan berikutnya!

1. Mencoba dengan Resep yang Sederhana

Sebagai pemula, tips baking yang paling pertama disarankan adalah untuk mencoba membuat olahan kue dengan resep yang sederhana. Hal ini dilakukan agar dapat membiasakan diri dengan proses pembuatan kue tersebut, dari mengukur bahan yang diperlukan, membaca resep dengan teliti, mengamati tekstur adonan yang pas serta dalam proses pemanggangan adonan tersebut.

Anda juga bisa mencoba untuk membuat kue dengan adonan premix sebelum mencoba resep resep lain dengan bahan dan teknik yang lebih rumit.

2. Menggunakan Bahan Dengan Suhu Ruangan

Sebagian besar resep baking menyarankan penggunaan bahan bersuhu ruang. Jadi, jika Anda menyimpan telur, susu ataupun mentega dan mentega di dalam kulkas, maka keluarkan terlebih dan biarkan di suhu ruang selama sekitar satu jam.

Ini merupakan tips baking yang penting karena bahan dengan suhu ruangan lebih mudah teremulsi kedalam adonan sehingga menciptakan tekstur yang seragam pada adonan yang akan anda panggang.

Jika Anda menggunakan mentega yang masih beku, maka akan susah untuk mendapatkan konsistensi yang lembut seperti yang telah disebutkan di dalam resep.

Bahan dingin bisa membuat adonan terlalu dingin dan memperlambat proses pemanggangan. Hasilnya, kue bisa jadi matang tidak merata, atau bahkan bagian tengahnya amblas setelah dikeluarkan dari oven.

Tapi, pengecualian berlaku untuk adonan pastry seperti pie crust atau biscuit, yang justru memerlukan mentega dingin.

3. Ukur Bahan dengan Tepat dan Akurat

Tips baking selanjutnya adalah mengukur bahan yang digunakan dengan tepat. Masalah sering terjadi jika terjadi kesalahan dalam pengukuran sehingga sangat penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang teknik pengukuran.

Untuk mengukur bahan kering, Anda bisa menggunakan gelas ukur ataupun timbangan digital. Jika menggunakan gelas ukur, Anda bisa menggunakan teknik spoon and level , dimana Anda menggunakan sendok untuk mengisi gelas dan meratakannya.

Hal ini sangat penting terutama pada tepung dimana jika Anda kelebihan mengukur tepung tersebut, maka adonan kue akan menjadi lebih kering ketika sudah Anda panggang. Sementara untuk adonan cair, Anda bisa menggunakan gelas ukur bening.

Perhatikan juga perbedaan antara teaspoon (sdt) dan tablespoon (sdm) karena salah takar bisa membuat kue Anda jadi gagal. Misalnya, salah menakar baking soda bisa membuat kue jadi pahit. Selain itu, jangan pakai sendok makan biasa dari dapur, karena ukurannya bisa berbeda.

4. Hindari Bahan yang Sudah Lama Disimpan

Setiap proses baking, pasti kita akan menyimpan beberapa bahan yang hanya sedikit digunakan di dalam dapur. Ketika ingin membuat kue lagi Anda akhirnya menggunakan bahan bahan yang sudah lama disimpan di dapur. Padahal bahan-bahan seperti baking soda, baking powder, ragi dan tepung umumnya memiliki daya simpan yang relatif singkat.

Tips baking berikutnya adalah untuk membeli bahan dalam jumlah sedikit sehingga tidak ada sisa bahan tersebut di dapur Anda. Bahan tersebut apabila disimpan lama akan menghasilkan aroma yang tengik. Alangkah baiknya Anda mengecek kembali bahan bahan yang akan Anda gunakan sebelum menggunakannya.

5. Pahami Teknik Mixing

Setiap jenis kue membutuhkan teknik mixing (pencampuran) yang berbeda. Jika Anda membuat cake atau cookies yang menggunakan mentega, gunakan metode creaming. Caranya, kocok mentega dan gula sampai mengembang dan berwarna pucat.

Proses ini membentuk gelembung udara yang akan mengembang saat dipanggang, dan memberi tekstur empuk pada kue. Setelah itu, tambahkan telur satu per satu, baru masukkan bahan kering dan cair. Jangan buru-buru, karena langkah ini menentukan tekstur akhir kue Anda.

6. Kenali Oven Anda dan Panaskan Sebelum Memanggang

Selalu panaskan oven setidaknya 15–20 menit sebelum memanggang. Oven yang belum cukup panas bisa membuat kue tidak matang merata. Selain itu, pahami karakter oven Anda dengan baik, apakah panasnya rata, dan apakah Anda perlu memutar loyang selama pemanggangan. Hindari juga untuk membuka pintu oven terlalu sering, karena dapat menyebabkan suhu turun drastis.

7. Jangan Sering Membuka Pintu Oven

Tips baking ini juga penting, selama dalam proses pemanggangan, alangkah baiknya untuk tidak terlalu sering membuka pintu oven sampai waktu pemanggangan kue yang telah diatur sudah habis. Fluktuasi suhu yang masuk ketika sering membuka pintu oven dapat mengganggu proses pemanggangan tersebut.

Jika ingin mengecek apakah adonan sudah matang atau belum, sebaiknya tunggu setidaknya dua pertiga waktu pemanggangan sebelum membuka oven tersebut. Dan sebaiknya lakukan dengan cepat agar udara dari luar tidak masuk ke dalam oven.

8. Cek Kematangan dengan Benar

Cara termudah untuk mengecek kematangan kue adalah dengan menusuk bagian tengahnya menggunakan tusuk gigi atau menekan bagian atasnya dengan jari. Jika tusuk gigi keluar bersih atau bagian atas kue terasa kenyal dan kembali ke bentuk semula saat disentuh, berarti sudah matang.

Jangan buru-buru mengeluarkan kue dari oven jika belum menunjukkan tanda-tanda matang! Itu karena bagian tengah yang belum matang bisa menyebabkan kue jadi kempis saat dingin.

9. Biarkan Adonan Dingin Sebelum Dihias atau Disajikan

Dan untuk tips baking yang terakhir yaitu diamkan adonan yang sudah matang tersebut mendingin secara merata sebelum disajikan. Hal ini dilakukan karena ketika adonan tersebut masih panas, tektur adonan masih lembek dan belum stabil. Proses pendinginan dapat membantu adonan untuk mengeras dan menghasilkan hasil akhir yang lebih baik.

Selain itu, jangan langsung menghias atau memberi toping saat kue masih hangat. Suhu yang terlalu tinggi bisa melelehkan krim atau frosting dan membuat tampilannya berantakan. Untuk hasil terbaik, biarkan kue dingin sepenuhnya. Bahkan, banyak baker profesional yang menyarankan untuk membekukan kue di freezer agar lebih mudah dihias dan tidak mudah hancur.

TERPOPULER

TERKINI