Tenggarong, Satu Indonesia – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kualitas pangan yang sehat, halal, dan thayyib bagi masyarakat.
Langkah ini menjadi sangat relevan menjelang Hari Raya Idul Adha, ketika kebutuhan akan jaminan kehalalan dan kebersihan produk pangan meningkat karena adanya ibadah Qurban.
Seiring dengan prinsip halal lagi thayyib tersebut, Pemkab Kukar resmi membuka Pelatihan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULHA) di Sekretariat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong pada Senin 11 Mei 2026.
Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menyatakan pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas pangan. Ia menekankan, status kehalalan daging bukan sekadar urusan teknis, melainkan amanah syar’i yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Sertifikasi JULHA ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan benteng integritas dalam menghadirkan keberkahan pangan. Para lulusan nantinya akan menjadi rujukan umat dalam memastikan setiap daging yang beredar di pasaran telah melalui proses yang benar sesuai syariat dan standar kesehatan,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dan berfokus pada standar kompetensi fundamental sesuai syariat Islam.
Para penyembelih diwajibkan memenuhi kriteria sebagai Muslim yang baligh dan berakal, menggunakan alat potong yang tajam, serta memahami teknik pemutusan saluran napas, saluran makanan, dan pembuluh darah secara sempurna guna memastikan darah keluar dengan maksimal.
Melalui penguatan ekosistem halal ini, Pemkab Kukar turut mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih daging.
Warga pun diminta memastikan bahwa hewan yang dikonsumsi dipotong oleh petugas yang telah memiliki sertifikat resmi atau melalui Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah memenuhi standar pemerintah.
Diharapkan, dengan adanya tenaga juru sembelih yang tersertifikasi, daya saing produk lokal Kukar akan meningkat.
Selain menjamin kualitas, program ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan batin bagi masyarakat Muslim saat mengonsumsi produk hewani di Kutai Kartanegara.

