Sabtu, Mei 2, 2026
No menu items!

Bacitra Diluncurkan di Hardiknas 2026, Dorong Literasi Anak Berbasis Budaya Lokal di Balikpapan

Balikpapan, Satu Indonesia — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Balikpapan dimanfaatkan untuk meluncurkan gerakan literasi baru bertajuk Bacitra (Balikpapan Cinta Literasi). Program ini digagas oleh Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, sebagai upaya meningkatkan minat baca anak sejak usia dini dengan pendekatan berbasis kearifan lokal.

Peluncuran Bacitra sejalan dengan tema nasional tahun ini, yakni penguatan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata. Program ini menitikberatkan pada peran keluarga, khususnya orang tua, dalam membangun kebiasaan literasi anak melalui kegiatan membaca dan mendongeng di rumah.

“Harapannya agar orang tua selalu mendampingi anak-anaknya dalam membaca dan mendongeng, khususnya bagi anak usia dini. Supaya anak-anak kita mencintai literasi,” ujar Nurlena saat peluncuran program, Sabtu (2/5/2026).

Ia menilai, tingkat literasi di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Hasil berbagai survei internasional, termasuk Programme for International Student Assessment (PISA), menunjukkan kemampuan membaca siswa Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata negara maju. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pentingnya inovasi program literasi yang lebih kontekstual dan mudah diakses masyarakat.

Melalui Bacitra, pemerintah kota menghadirkan konten bacaan berbasis cerita lokal yang akan dipublikasikan di berbagai ruang publik, seperti halte dan titik baca yang telah disiapkan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendekatkan literasi dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

“Inilah kenapa saya membuat cerita dengan alur yang sederhana, agar orang tua selalu ingat pentingnya literasi,” kata Nurlena.

Selain peluncuran program, Nurlena juga memperkenalkan buku terbarunya berjudul 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Buku tersebut merupakan kelanjutan dari karya sebelumnya, Aku Cinta Kota Balikpapan, yang menyasar anak usia pendidikan anak usia dini. Pada edisi terbaru ini, sasaran pembaca diperluas untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar, dengan rencana pengembangan lanjutan untuk jenjang kelas yang lebih tinggi.

Menurutnya, materi dalam buku dan program Bacitra dirancang dengan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Balikpapan. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga mengenal lingkungan, budaya, serta identitas daerahnya sejak dini.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap Bacitra dapat berkembang menjadi gerakan literasi kolektif yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk membangun budaya membaca yang kuat dan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

TERPOPULER

TERKINI