Sabtu, Mei 2, 2026
No menu items!

Balikpapan Raih Apresiasi Google, Perkuat Kompetensi Guru lewat Pelatihan AI Massal

Balikpapan, Satu Indonesia — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memperoleh penghargaan dari Google atas inisiatif pelatihan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang melibatkan lebih dari 2.000 guru secara serentak. Program tersebut dinilai sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan penghargaan itu diberikan karena skala dan dampak program yang dinilai signifikan terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

“Penghargaan dari Google ini diberikan kepada Kota Balikpapan karena prakarsa kami melatih lebih dari 2.000 guru secara bersamaan. Ini satu-satunya, dan bukan program biasa. Semua guru terlibat dengan capaian nilai yang cukup baik,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan difokuskan pada penguatan metode pembelajaran mendalam berbasis AI, termasuk pemanfaatan platform Google for Education yang terintegrasi dengan teknologi Gemini. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh guru dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Selain penguatan kapasitas guru, Pemkot Balikpapan juga menggulirkan sejumlah program strategis di sektor pendidikan. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah penerapan wajib belajar 13 tahun mulai 2027, dengan tahapan sosialisasi dilakukan sepanjang 2026.

Program tersebut menempatkan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam membangun karakter dan kesiapan belajar anak. Pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk lebih memprioritaskan pendidikan formal sejak usia dini dibandingkan hanya mengandalkan les atau bimbingan belajar.

“Selama ini orang tua cenderung mendorong anak ke les atau bimbingan belajar. Padahal PAUD memberikan pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan adaptasi yang jauh lebih penting,” jelasnya.

Di sisi lain, Disdikbud juga meluncurkan program berbasis kearifan lokal bertajuk “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang disusun oleh Bunda PAUD. Selain itu, kampanye “Balikpapan Cinta Literasi” diperkenalkan dalam bentuk video yang akan disebarluaskan melalui berbagai ruang publik seperti hotel, videotron, dan fasilitas umum lainnya guna meningkatkan minat baca anak.

Peringatan kegiatan pendidikan di Balikpapan juga melibatkan partisipasi aktif siswa. Para pelajar, termasuk dari Sekolah Luar Biasa (SLB), diberi peran sebagai petugas upacara, mulai dari pembacaan doa hingga teks Undang-Undang Dasar 1945.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong inklusivitas sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik di lingkungan pendidikan.

TERPOPULER

TERKINI