Balikpapan, Satu Indonesia — Pemerintah Kota Balikpapan memanfaatkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 untuk menegaskan arah pembangunan pendidikan yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kualitas.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” harus dimaknai sebagai ajakan nyata untuk bergerak bersama.
“Hardiknas bukan seremoni tahunan. Ini momentum refleksi untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan pemerataan,” ujar Rahmad.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan proses strategis yang tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk karakter. Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakannya, disampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas akses, melainkan juga mutu dan relevansi. Untuk itu, pemerintah menetapkan lima kebijakan strategis guna mempercepat peningkatan kualitas pendidikan.
Kelima kebijakan tersebut meliputi pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui program beasiswa, penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, penguatan literasi dan numerasi berbasis STEM, serta perluasan akses pendidikan melalui jalur yang lebih fleksibel.
Salah satu langkah konkret yang disoroti adalah pemberian beasiswa sebesar Rp3 juta per semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini ditargetkan menjangkau hingga 150.000 guru pada 2026.
Namun demikian, Rahmad mengingatkan bahwa kebijakan tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa perubahan pola pikir serta komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan program, tetapi tiga hal utama: mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa itu, semua hanya akan berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, sehat, dan menyenangkan. Menurutnya, sekolah harus mampu menjadi “rumah kedua” bagi peserta didik sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Rahmad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan.
“Pendidikan bermutu untuk semua hanya bisa terwujud jika kita bergerak bersama. Ini tanggung jawab kolektif untuk masa depan Indonesia yang lebih maju dan bermartabat,” pungkasnya.

