Minggu, April 19, 2026
No menu items!

Dua Hari Terombang-ambing, Tujuh Nelayan Diselamatkan Tim PHM di Selat Makassar

Satu Indonesia, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengevakuasi tujuh nelayan yang terombang-ambing selama dua hari di perairan Selat Makassar akibat kerusakan mesin kapal. Proses penyelamatan dilakukan pada Kamis, 9 April 2026, di sekitar dua mil atau 3,2 kilometer dari pesisir Kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Peristiwa bermula saat kapal nelayan mengalami patah mesin di area laut GTS-Q ketika berlayar dari Samarinda menuju Sepatin. Dalam kondisi darurat, para nelayan berupaya mencari sinyal telepon untuk meminta bantuan, namun tidak berhasil.

Informasi keberadaan nelayan baru diterima tim patroli keamanan PHM sekitar dua hari kemudian, pada pukul 19.00 WITA. Meski berada di luar wilayah patroli rutin, tim segera berkoordinasi dengan unit maritim dan marine untuk melakukan pencarian atas dasar misi kemanusiaan.

Menggunakan kapal patroli Ruhen 27, tim keamanan melakukan penyisiran di area seluas sekitar dua kilometer persegi. Setelah pencarian selama satu jam, kapal nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi terombang-ambing di laut.

Selanjutnya, kapal nelayan ditarik dan seluruh korban dievakuasi menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut serta memastikan keselamatan mereka.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan proses penyelamatan tersebut.

“Alhamdulillah, ketujuh nelayan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat meskipun mereka terombang-ambing di laut dengan bekal makanan dan minuman yang terbatas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan, baik bagi personel maupun masyarakat sekitar. Tim keamanan PHM, kata dia, telah dibekali pelatihan untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk dalam operasi maritim.

“Bagi kami, keselamatan adalah nilai mutlak yang tidak mengenal batas wilayah operasional. Apa yang dilakukan oleh tim di lapangan adalah cerminan dari komitmen yang tinggi terhadap keselamatan operasi, masyarakat, dan lingkungan,” tutur Setyo.

TERPOPULER

TERKINI

Grand Final Duta Wisata Manuntung 2026 Resmi Dibuka, Ajang Cetak Generasi Promotor Pariwisata Balikpapan

Satu Indonesia, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui peran generasi muda. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam pembukaan Grand Final Pemilihan...