Rabu, Juni 3, 2026
No menu items!

Samarinda Beli Speedboat Rp 1,69 M Untuk Armada Penyelamatan, Ini Klarifikasi BPBD

Samarinda, Satu Indonesia – Pemkot Samarinda akhirnya memberikan klarifikasi atas informasi di media sosial terkait anggaran pengadaan satu unit speedboat senilai Rp 1,69 miliar pada tahun 2025.

Dalam keterangannya, Jum’at (03/04/2026), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso menjelaskan bahwa kapal motor cepat senilai Rp 1,69 miliar tersebut bukan merupakan kapal biasa.

Kapal itu dirancang khusus dengan spesifikasi teknis tinggi sebagai armada penyelamat (rescue) bagi masyarakat di perairan Sungai Mahakam.

Secara teknis, kapal berjenis Rigid Hull Aluminium Boat tersebut memiliki spesifikasi panjang 7 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi lambung 0,7 meter. Memiliki penyimpanan sedalam 0,35 meter, armada ini diklaim mampu bermanuver optimal di wilayah sungai, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap benturan.

Dari sisi performa, kapal motor ini juga dilengkapi dengan mesin ganda yang mampu menghasilkan kecepatan operasional berkisar 28 hingga 30 knot, sehingga mendukung respons cepat dalam situasi darurat.

“Ini bukan speedboat penumpang. Dari awal memang dirancang untuk kebutuhan penyelamatan, termasuk dukungan alat navigasi khusus untuk operasi rescue,” kata Suwarso.

Kapal cepat itu berkapasitas 7 orang, dilengkapi ruang untuk tim penyelamat dan peralatan evakuasi, bukan untuk angkutan massal.

“Material aluminium marine dipilih karena lebih kuat, tahan benturan, dan lebih aman untuk operasi penyelamatan di sungai seperti Mahakam,” jelasnya lagi.

Kehadiran armada ini diperuntukkan untuk mengantisipasi kondisi darurat pada agenda besar tahunan, seperti Festival Mahakam dan Festival Karang Mumus. Selain itu, kapal ini juga akan berfungsi sebagai sarana patroli pengamanan aktivitas masyarakat di sepanjang tepian sungai. BPBD Samarinda pun optimistis efektivitas penanganan kondisi darurat di perairan akan meningkat signifikan.

“Harapannya, ini bisa menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI