Kamis, Juni 4, 2026
No menu items!

Waspada! Beberapa Daerah di Kaltim Dilanda Banjir

satuindonesia.co.id, Samarinda – Tak hanya di Samarinda, tingginya curah hujan di Kecamatan Long Apari mengakibatkan banjir melanda beberapa perkampungan di Kecamatan Long Apari, Long Panghai, hingga Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Terjangan banjir tersebut, sempat mencapai ketinggian 1 hingga 1,5 meter. Namun, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan melalui sambungan telepon dari Kutai Barat pada Rabu (9/10/2024) sore menjelaskan bahwa hujan terus mengguyur wilayah hulu Long Apari selama tiga hari berturut-turut sejak Senin pagi (7/10/2024).

Intensitas hujan yang tinggi ini menyebabkan luapan Sungai Boh yang menggenangi sejumlah kampung di Kecamatan Long Apari dan Long Bagun.

“Banjir di Long Apari dan Long Panghai sempat mencapai ketinggian 1 hingga 1,5 meter, namun saat ini air sudah mulai surut,” ujar Agus.

Untuk itu, BPBD Kabupaten Mahulu mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir, seiring adanya peringatan dini BMKG tentang potensi tingginya intensitas hujan, karena kabupaten ini pada Senin dan Selasa dilanda banjir.

“Imbauan ini kami keluarkan karena adanya peringatan dini dari BMKG bahwa di wilayah Mahulu berpotensi hujan sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang,” kata Agus.

Imbauan dikeluarkan melalui surat dengan nomor 360/0400./BPBD/X/2024 pada Selasa, 8 Oktober 2024, ditujukan kepada kepala organisasi perangkat daerah se-Mahulu, camat se-Mahulu, dan kepala kampung se- Mahulu.

Sebelumnya, hujan deras serupa juga mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin 7 Oktober 2024 sekira pukul 14.30 WITA.

Akibatnya, memicu banjir yang cukup besar melanda sejumlah wilayah di kota tepian ini.

Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda terpaksa melakukan evakuasi massal terhadap warga yang terjebak di rumah mereka akibat genangan air yang terus meninggi.

Salah satu lokasi terparah adalah Gang Ulin RT 5, Sungai Lantung, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara.

Warga di area ini terjebak selama empat jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim BPBD Kota Samarinda pada Senin petang.

Proses evakuasi pun sempat berlangsung dramatis, petugas BPBD terpaksa menggunakan perahu karet untuk menjemput warga, melawan arus deras yang menggenangi jalan-jalan di kawasan tersebut.

Sementara itu, di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau juga mengalami banjir belum lama ini.

Akibatnya, hampir seluruh perkebunan kakao atau coklat milik masyarakat Kampung Suaran mengalami gagal panen.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI