Satu Indonesia, Balikpapan – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Balikpapan berlangsung khidmat sekaligus penuh pesan kebersamaan. Pelaksanaan salat Id yang digelar di halaman Bank Bukopin Balikpapan, Jumat (20/3/2026).
Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus ajakan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Balikpapan, Prisko Harmadi, menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas diri.
“Anugerah ini hendaknya kita syukuri dengan tekad yang kuat untuk menjadi insan yang lebih baik dan bertakwa. Serta setiap sisa umur kita bernilai dan bermanfaat bagi sesama manusia dan lingkungan,” ujar Rahmad dalam sambutannya
Ia juga mengapresiasi masyarakat Balikpapan yang telah mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan berbagi kepada sesama.
Menurutnya, semangat gotong royong tersebut perlu terus dijaga, termasuk melalui peningkatan kesadaran menunaikan zakat.
Pemerintah Kota Balikpapan mencatat realisasi zakat tahun 2025 mencapai Rp8,93 miliar dari target Rp12,98 miliar. Untuk tahun 2026, target ditingkatkan menjadi Rp15 miliar.
“Mudah-mudahan kita semua tergerak untuk menunaikan ibadah zakat sebagai kewajiban seorang Muslim,” katanya.
Selain pesan keagamaan, Rahmad juga memaparkan sejumlah program pembangunan kota yang tengah dan akan dijalankan. Di antaranya revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur menjadi pusat UMKM, perluasan distribusi air bersih, hingga peningkatan konektivitas transportasi melalui kajian moda bus rapid transit (BRT).
Tak hanya itu, perhatian terhadap lingkungan juga menjadi sorotan. Ia mengajak masyarakat merayakan Idul Fitri secara bijak dengan menghindari pemborosan dan mengurangi sampah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat nilai kesederhanaan, berbelanja secara bijak, dan menghindari hal mubazir, sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan salat Id tersebut, Ustaz Akhmad Saifullah bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk menjaga ketakwaan pasca-Ramadan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Prisko menyebut kegiatan serupa juga digelar di sejumlah titik lain seperti Manggar, Kampung Baru, Gunung Kawi, dan Pangeran Antasari, dengan total jamaah mencapai sekitar 10.000 orang, dan sekitar 3.000 jamaah di lokasi utama.
Ia menambahkan, tema Idul Fitri tahun ini menekankan pentingnya persatuan umat Islam di tengah perbedaan, termasuk dalam metode penentuan hari raya.
“Maknanya adalah kita tetap menjaga silaturahmi dan harmonisasi, meskipun ada perbedaan metode seperti hisab dan rukyat hilal,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Rahmad Mas’ud menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Balikpapan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Pemerintah Kota Balikpapan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Perayaan Idul Fitri tahun ini pun menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dan berkelanjutan bagi semua.

