Satu Indonesia, Balikpapan – Pelajar dari tingkat PAUD hingga SMP di Kota Balikpapan berhasil menghimpun dana sedekah sebesar Rp379 juta selama bulan Ramadan 2026. Dana tersebut dikumpulkan melalui program Sajadah (Sedekah Jariyah Ramadan Berkah) dan disalurkan untuk mendukung perbaikan Masjid Madinatul Iman di kawasan Balikpapan Islamic Center.
Penyerahan dana dilakukan dalam rangkaian kegiatan safari Ramadan Pemerintah Kota Balikpapan di Masjid Madinatul Iman, Jumat, 6 Maret 2026 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian sosial dan kedermawanan kepada peserta didik sejak usia dini.
“Program ini bertujuan membangun karakter anak-anak agar memiliki kepedulian terhadap sesama. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai berbagi dan sedekah,” ujar Irfan, Minggu (8/3/2026).
Program Sajadah melibatkan seluruh sekolah di Kota Balikpapan, baik negeri maupun swasta, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP. Pengumpulan dana dilakukan sejak awal Ramadan setelah kegiatan belajar mengajar kembali berjalan usai libur awal puasa.
Menurut Irfan, proses pengumpulan sedekah dipantau oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di setiap jenjang pendidikan untuk memastikan kegiatan berjalan transparan dan sesuai tujuan pendidikan.
Dari gerakan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp379 juta.
Irfan menjelaskan dana tersebut semula direncanakan akan diserahkan dalam rangkaian safari Ramadan Pemerintah Kota Balikpapan. Namun karena proses pengumpulan baru selesai pada 5 Maret 2026, penyerahan akhirnya dilakukan secara langsung di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center.
“Mewakili anak-anak sekolah di Balikpapan, kami menyerahkan dana sebesar Rp379 juta. Ini diniatkan sebagai amal jariyah dari para siswa, dan kami berharap dana ini dapat dimanfaatkan untuk perbaikan Masjid Madinatul Iman,” kata Irfan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sedekah dalam program Sajadah dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan dari pihak sekolah maupun pemerintah daerah.
“Ini tidak ada unsur paksaan. Kami hanya mengajak dan memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa Ramadan juga merupakan waktu untuk berbagi dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Irfan juga menyebutkan jumlah dana yang terkumpul pada Ramadan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Ramadan 2025, dana yang berhasil dihimpun melalui program serupa mencapai sekitar Rp300 juta.
“Tahun ini ada peningkatan sekitar Rp50 juta lebih. Ini menunjukkan partisipasi siswa, guru, dan sekolah di Balikpapan semakin tinggi dalam gerakan berbagi,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap program Sajadah dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi generasi muda. Selain memperkuat nilai keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan membentuk kebiasaan berbagi dan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

