Sabtu, April 25, 2026
No menu items!

Kemenkomdigi Deteksi 2 miliar Panggilan, Pesan dan Tautan Berisiko

Jakarta, Satu Indonesia – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menghadiri acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat pada Jum’at (6/02/2026).

Dalam kesempatan ini Wamen menegaskan bahwa pelindungan warga di ruang digital menjadi prioritas pemerintah seiring meningkatnya kejahatan siber berbasis panggilan, pesan, dan tautan berbahaya.

Nezar menjelaskan, puluhan juta warga Indonesia terlindungi dari spam dan penipuan digital setiap hari melalui sistem anti spam dan anti scam yang diterapkan di jaringan telekomunikasi nasional..

Bahkan dalam enam bulan implementasi, potensi kerugian masyarakat mencapai hingga hampir Rp8 triliun berhasil dicegah.

“Ruang digital yang terhubung dan terus tumbuh ini haruslah aman. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat hidup dalam kecemasan saat beraktifitas di dunia digital,” ujar Wamen Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Senin (9/2/2026).

Wamen juga menerangkan bahwa lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko berhasil dideteksi dalam enam bulan.

“Rata-rata lebih dari 33 juta pelanggan terlindungi setiap hari dari potensi scam dan penipuan digital,” ucapnya.

Meningkatnya partisipasi publik

Lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan fitur perlindungan dan aktif melaporkan spam dan penipuan.

“Ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara penyedia layanan dan masyarakat dalam memerangi kejahatan digital. Tujuan kita sama, memastikan ruang digital Indonesia tetap terhubung, menjadi ruang untuk tumbuh, dan senantiasa terjaga,” tegasnya.

Berdasarkan perhitungan operator, sistem tersebut mencegah potensi kerugian finansial pelanggan hingga sekitar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8 triliun.

Angka ini menunjukkan bahwa penipuan digital telah menjadi ancaman serius bagi ekonomi rumah tangga.

Wamen Nezar juga menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan industri telekomunikasi agar sistem perlindungan ini semakin merata dan menjadi standar nasional.

“Kami membutuhkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dari sektor swasta untuk berkontribusi secara proaktif dalam menciptakan ekosistem yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Redaksi

TERPOPULER

TERKINI

Ikan Sapu-Sapu Hendak Diolah Jadi Siomai, Lima Pria Diamankan di Jakpus

Jakarta, Satu Indonesia – Satpol PP Jakarta Pusat berhasil mengamankan lima pria yang kedapatan mengambil daging ikan sapu-sapu hasil tangkapan di bantaran anak Kali...