Samarinda, Satu Indonesia – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang Sumber Daya Alam (SDA), Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Murdiyatno, secara resmi melepas Konvoi Ojol Berlian (Ojek Online Bersama Lindungi Anak, Cegah Perempuan dan Anak) di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (09/02/2026).
Program Ojol Berlian merupakan salah satu inovasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Provinsi Kalimantan Timur yang bertujuan memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak, khususnya saat beraktivitas di ruang publik dan dalam perjalanan.
Arief menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan layanan khusus dan perlindungan maksimal. Menurutnya, potensi terjadinya kekerasan masih cukup tinggi, terutama ketika berada di luar rumah atau dalam perjalanan.
“Ini adalah bentuk pelayanan yang spesifik dan khusus bagi perempuan dan anak. Mereka sangat rentan terhadap tindak kekerasan, terutama di area publik atau saat melakukan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Dengan hadirnya Ojol Berlian, Arief berharap upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan semaksimal mungkin. Program ini juga dinilai sebagai langkah konkret dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Inovasi ini diharapkan mampu mencegah dan menekan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak secara maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut Arief menyebutkan bahwa Ojol Berlian merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan DPPA, operator ojek online, kepolisian, serta berbagai pihak terkait lainnya.
“Ini adalah kerja bersama. Bukan hanya OPD terkait, tetapi juga mitra, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat. Kita harus saling menjaga dan memiliki kepedulian agar perempuan dan anak benar-benar terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” ucapnya.
Berdasarkan laporan DPPA Kaltim, saat ini terdapat sekitar 350 unit Ojol Berlian yang telah beroperasi. Jumlah tersebut diharapkan dapat mewakili kebutuhan layanan transportasi aman bagi perempuan dan anak, meskipun ke depan masih terbuka peluang untuk penambahan armada.
“Dengan adanya layanan ini, diharapkan perempuan dan anak dapat beraktivitas tanpa rasa was-was dan takut akan terjadinya tindak kekerasan,” pungkasnya.

