Samarinda, Satu Indonesia – Pernahkah Anda bingung membedakan chia seed dengan biji selasih? Keduanya memang tampak serupa, sehingga tak jarang orang mengira keduanya adalah jenis yang sama.
Padahal, chia seed dan selasih berasal dari tanaman yang berbeda. Cara pengolahan dan penggunaannya pun memiliki perbedaan tersendiri. Sekilas, keduanya sama-sama berbentuk kecil berwarna gelap, sehingga wajar jika sering tertukar.
Agar tidak salah lagi, berikut tips dari Alodokter untuk mengenali perbedaan chia seed dan biji selasih!
Perbedaan Chia Seed dan Selasih
Berikut ini adalah beberapa perbedaan chia seed dan selasih yang perlu diketahui:
1. Karakteristik chia seed dan selasih
Karakteristik chia seed dan selasih cukup sulit dibedakan, apalagi jika hanya dilihat secara sekilas. Namun, kedua biji ini sebenarnya memiliki bentuk atau karakteristik yang berbeda jika diamati lebih dekat.
Chia seed memiliki bentuk biji yang relatif sangat kecil, pipih, dan lonjong serta dengan tekstur yang halus dan terlihat mengkilap. Selain itu, chia seed biasanya memiliki warna yang berkisar dari putih hingga coklat atau hitam. Sementara itu, selasih memiliki bentuk biji seperti elips dengan warna yang cenderung hitam.
2. Asal tanaman chia seed dan selasih
Perbedaan chia seed dan selasih adalah asal tanamannya. Chia seed berasal dari tanaman yang memiliki nama latin Salvia hispanica, yaitu salah satu jenis tanaman mint yang umum tumbuh di Amerika Tengah. Tanaman ini dapat dikenali dengan bunganya yang kecil dan berwarna putih atau ungu.
Sementara itu, selasih berasal dari tanaman bernama latin Ocimum basilicum. Tanaman yang juga dikenal sebagai selasih atau basil ini cukup mudah dijumpai di daratan Asia dan Afrika. Anda bisa mengenali tanaman ini dengan ciri bunganya yang berwarna putih.
3. Kandungan chia seed dan selasih
Dari segi nutrisi, chia seed dan selasih sebenarnya sama-sama mengandung antioksidan yang tinggi. Namun, bedanya, chia seed menyimpan asam lemak omega-3 dan protein yang lebih tinggi. Lain hal dengan biji selasih yang kaya akan serat, kalsium, zat besi, dan magnesium.
Untuk lebih jelasnya, Anda dapat memerhatikan tabel kandungan kandungan nutrisi chia seed dan selasih dalam 1 sendok makan (13 gram):

4. Manfaat chia seed dan selasih
Melihat beragam nutrisi di dalamnya, chia seed dan selasih sama-sama memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan asam lemak omega-3 dan protein yang tinggi pada chia seed dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, menjaga kesehatan mata, serta mencegah penyakit jantung dan stroke.
Sementara itu, kandungan serat, kalsium, zat besi, dan magnesium yang tinggi pada selasih bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang, memberikan rasa kenyang lebih lama, dan menurunkan berat badan.
5. Cara mengolah chia seed dan selasih
Perbedaan chia seed dan selasih yang terakhir terletak cara pengolahannya. Chia seed bisa dimakan langsung dalam kondisi mentah atau pun direndam terlebih dahulu dengan air sebelum dikonsumsi. Sementara itu, selasih perlu diolah terlebih dahulu dengan cara direndam air hangat selama beberapa jam.
Itulah perbedaan chia seed dan selasih yang perlu Anda ketahui. Anda bisa memilih untuk mengonsumsi chia seed atau selasih sesuai preferensi Anda. Namun, pastikan kedua biji-bijian ini diolah serta dicampur ke dalam makanan yang sehat. Hindari menambahkan gula berlebih pada setiap sajiannya, ya.
Jika Anda bingung dalam memilih antara chia seed atau selasih yang cocok Anda konsumsi sesuai dengan kebutuhan kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

