Rabu, Juni 3, 2026
No menu items!

BGN Pastikan MBG Berlanjut Meski Sekolah Libur Natal dan Tahun Baru

Jakarta, Satu Indonesia – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba, berlangsung dari akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lalu, bagaimana dengan program makan bergizi gratis (MBG)? Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program MBG tetap berjalan meski sekolah libur.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan sejumlah alternatif penyaluran menu MBG bagi siswa selama masa libur Nataru. Program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, untuk siswa sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG akan melakukan inventarisasi jumlah anak yang bersedia datang ke sekolah untuk mengambil makanan MBG.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa. Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” jelas Dadan.

Untuk menu MBG selama masa liburan sekolah, SPPG bakal menyediakan menu siap santap seperti telur, buah, susu, abon atau dendeng. Menu tersebut berjalan maksimal selama 4 hari.

“Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon atau dendeng,” imbuhnya.

Selain diambil siswa ke sekolah, BGN juga menyiapkan opsi mengantar makanan MBG ke rumah masing-masing siswa. Opsi ini muncul karena sejumlah orang tua atau siswa enggan mengambil menu MBG ke sekolah.

“Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan penyaluran program MBG saat libur bergantung pada kesepakatan antara pihak sekolah dengan murid.

“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” ujar Nanik.

Nanik menjelaskan menu MBG selama libur juga bisa menyesuaikan menjadi bahan kering. Menu yang disiapkan terdiri dari buah, susu, roti dan telur asin.

“MBG menjadi bahan kering (bukan olahan), misalnya buah, susu, roti (buatan UMKM), dan telur. Telurnya biar awet pakai telor asin. Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Ambilnya di sekolah,” ujarnya.

Ia menyebut orang tua siswa juga diperkenankan mengambil menu MBG ke sekolah. BGN disebut berkomitmen melakukan perbaikan gizi bagi anak meski sekolah diliburkan.

“Orang tuanya boleh yang ambil kan sudah ditempatkan di tas. Prinsipnya kan kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, jadi meski libur kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” pungkasnya.

TERPOPULER

TERKINI