Kamis, April 30, 2026
No menu items!

Perubahan Bau Badan dalam Pertambahan Usia, Mitos atau Fakta?

Samarinda, Satu Indonesia – Mendengar kata bau badan pasti mengingatkan kita pada masalah kecil yang dapat membuat suasana jadi kurang nyaman.

Siapa pun bisa mengalami bau badan, terutama saat beraktivitas seharian di bawah terik matahari atau setelah berolahraga. Meski terdengar sepele, bau badan sebenarnya punya banyak faktor penyebab mulai dari keringat, pola makan, hingga kebiasaan sehari-hari.

Berbicara tentang bau badan, pernahkah Anda mendengar bahwa usia juga dapat mengubah bau badan seseorang? Dilansir dari Hellosehat, berikut penjelasan lengkapnya!

Apa Penyebab Bau Badan?

Umumnya, bau badan disebabkan oleh keringat yang berlebihan pada tubuh Anda. Keringat ini diproduksi oleh kelenjar keringat yang berada di permukaan kulit. Kelenjar keringat itu sendiri berfungsi untuk mengatur suhu tubuh.

Saat suhu tubuh Anda naik karena aktivitas fisik atau berada di lingkungan yang panas, kulit memproduksi keringat untuk mendinginkan tubuh Anda.

Adapun kelenjar keringat ini terdiri dari dua jenis, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin berada di hampir seluruh area tubuh. Kelenjar ini memproduksi keringat yang terdiri dari air dan garam serta tidak berbau.

Sementara itu, kelenjar apokrin hanya berada di bagian kulit yang umumnya ditumbuhi rambut, seperti ketiak dan organ vital atau selangkangan. Kelenjar ini memproduksi keringat yang terdiri dari lemak.

Dari kedua kelenjar tersebut, keringat dari kelenjar apokrin sering menjadi penyebab dari bau badan. Sebab, keringat dari apokrin dapat bereaksi dengan bakteri pada kulit, sehingga menghasilkan bau.

Sementara keringat dari ekrin justru cenderung membersihkan bakteri dan keringat dari apokrin. Itulah sebabnya, ketiak dan selangkangan Anda sering mengeluarkan bau tidak sedap.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk selalu menjaga kebersihan diri agar bakteri di kulit tidak menempel dan bau badan pun menghilang.

Benarkah Bau Badan Berubah Saat Tua?

Selain kurangnya kebersihan tubuh, bau badan bisa dipengaruhi oleh pilihan makanan, aktivitas tubuh, serta kondisi medis dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Namun, pernahkah Anda memerhatikan seperti apa bau tubuh bayi dengan orang dewasa?

Bau tubuh bayi dan anak-anak tidak seburuk bau tubuh orang dewasa, bukan? Lantas, apakah ini berarti bau badan tiba-tiba berubah seiring dengan menuanya usia Anda?

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Plos One menguji beberapa pria dan wanita yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu usia 20 hingga 30 tahun, 45 hingga 55 tahun, dan 75 hingga 95 tahun.

Mereka diminta untuk tidur mengenakan baju khusus yang dilengkapi bantalan ketiak selama 5 hari berturut-turut dengan menghindari makanan yang dapat menyebabkan bau badan.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang lebih tua (lansia) memang memiliki aroma yang sangat berbeda.

Bau badan orang dewasa muda cenderung berbeda-beda pada setiap orang dan lebih buruk dibandingkan orang yang lebih tua, terutama pada pria.

Sementara bau badan lansia cenderung sama pada setiap orang dan memiliki bau yang lebih ringan dan netral, baik pada pria dan wanita.

Mengapa Bau Badan Bisa Berubah Saat Tua?

Periset percaya bau badan yang berubah terjadi karena adanya perubahan senyawa kimia pada tubuh seiring dengan pertambahan usia.

Senyawa kimia tersebut dikenal dengan nama nonenal-2 yang terbentuk akibat proses pemecahan lemak tak jenuh omega 7. Perubahan pada senyawa nonenal-2 menghasilkan nonenal yang bisa mulai terjadi sekitar usia 40 tahun.

Umumnya, perubahan ini terjadi akibat ketidakseimbangan hormon selama proses penuaan. Adapun ketidakseimbangan hormon tersebut sering kali menyebabkan produksi asam lemak yang berlebih di kulit.

Ketika asam lemak ini dioksidasi, senyawa kimia nonenal diproduksi dan mengeluarkan bau pada orang tua yang khas. Meski demikian, penyebab pastinya perubahan tersebut tidak begitu diketahui.

Selain ketidakseimbangan hormon terkait usia, perubahan metabolisme mungkin menjadi penyebab bau badan berubah saat usia bertambah.

Bukan cuma itu, penyakit kronis tertentu yang lansia alami pun mungkin saja menjadi penyebabnya. Pasalnya, penyakit tertentu, seperti diabetes atau uremia, sering kali menimbulkan bau badan yang khas akibat fungsi kulit yang mulai menurun.

Di sisi lain, kebersihan badan yang buruk juga bisa memperparah bau badan Anda. Pada orang yang sudah bertambah usia, kebersihan yang buruk sering terjadi akibat penyakit tertentu yang mungkin menimbulkan cacat fisik.

Bisakah Mengurangi Bau Badan Karena Pertambahan Usia?

Menurut situs Franklin Park, sulit untuk menghilangkan bau badan yang sudah berubah ini. Pasalnya, asam lemak yang membantu terbentuknya bau tidak larut dalam air, sehingga tidak akan hilang meski Anda mandi. Justru, bau ini dapat dengan mudah berpindah ke pakaian dan tempat tidur saat menempel ke kulit Anda.

Meski begitu, ada beberapa cara yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mengurangi bau badan yang berubah saat usia bertambah tersebut.

Misalnya, dengan menerapkan gaya hidup sehat, olahraga teratur, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, serta perbanyak minum air putih. Menerapkan pola makan clean eating juga diyakini bisa membantu mengurangi baunya.

TERPOPULER

TERKINI

Buah Cempedak, Si Legit yang Baik untuk Kesehatan

Samarinda, Satu Indonesia – Siapa tak kenal dengan buah cempedak? Buah yang satu ini terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tajam, dan khas, sering...