Satu Indonesia, Penajam – Jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Penajam Paser Utara (PPU) 2026 merosot menjadi Rp1,3 triliun.
Angka itu mengalami turun sekitar 50 persen apabila dibandingkan dengan APBD tahun sebelumnya yang bekisar Rp2,5 triliun.
Penurunan ini diakibatkan adanya pemangkasan terhadap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Raup Muin menyampaikan harapan besar terhadap pemerintah daerah agar tetap menjalankan program-program unggulan yang sudah direncanakan, meski saat ini sedang menghadapi permasalahan fiskal.
Ia juga mengharapkan pemerintah daerah lebih mengutamakan program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.
“Program yang sifatnya pelayanan publik, seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya harus tetap berjalan serta menjadi prioritas,” ucap Raup Muin, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, dalam kondisi penurunan anggaran seperti saat ini, penetapan skala prioritas program yang akan dijalankan menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Raup menyadari bahwa semua program yang diusung kepala daerah periode 2025-2030 saat kampanye politik tidak sepenuhnya terealisasi hanya dalam satu tahun anggaran, terutama dengan kondisi penurunan anggaran seperti saat ini, sehingga penetapan skala prioritas program yang akan dijalankan perlu dilakukan agar pembangunan tetap berjalan dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Memang dengan kondisi APBD saat ini mungkin tidak bisa mengcover semua, tapi yang pasti janji-janji politik harus ditepati dan direalisasikan dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran,” tandasnya.(ADV/DPRD PPU)

