Samarinda, Satu Indonesia – Kopi, minuman dengan citarasa pahit yang menjadi favorit banyak orang. Terlebih di pagi hari, kopi seringkali diandalkan sebagai minuman yang dapat meningkatkan semangat beraktivitas.
Namun, sering kali di waktu yang sama, banyak orang yang juga harus mengonsumsi obat atau suplemen. Nah, pertanyaannya, apakah boleh minum obat atau suplemen bersamaan dengan kopi?
Dilansir Independent, kopi dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, sehingga mengurangi efektivitasnya atau bahkan bisa meningkatkan risiko efek samping.
Karena itu, sebelum minum obat atau suplemen di waktu yang bersamaan dengan kopi, ketahui dulu bagaimana minuman kafein ini bisa bereaksi. Berikut penjelasan lengkapnya!
Jenis Obat-Obatan yang Dapat Terpengaruh Kopi
1. Obat pereda nyeri
Beberapa obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti yang mengandung aspirin atau parasetamol, mengandung kafein tambahan. Kopi dapat mempercepat penyerapan obat-obatan ini karena bisa mempercepat pengosongan lambung dan membuat lambung lebih asam.
Meskipun demikian, hal ini juga dapat meningkatkan risiko efek samping seperti iritasi lambung atau pendarahan, terutama bila dikombinasikan dengan sumber kafein lainnya. Meskipun belum ada kasus serius yang dilaporkan, sebaiknya tetap berhati-hati.
2. Obat flu dan pilek
Kafein adalah stimulan yang dapat mempercepat sistem saraf pusat. Obat flu yang mengandung pseudoefedrin, seperti sudafed, juga merupakan stimulan. Jika dikonsumsi bersamaan, efeknya dapat meningkat sehingga berpotensi menyebabkan gelisah, sakit kepala, detak jantung cepat, dan insomnia.
Efek stimulan juga menjadi perhatian ketika menggabungkan kafein dengan obat ADHD seperti amfetamin, atau dengan obat asma seperti teofilin, yang memiliki struktur kimia serupa dengan kafein.
3. Obat tiroid
Levotiroksin, pengobatan standar untuk tiroid yang kurang aktif, sangat sensitif terhadap waktu. Salah satu yang mempengaruhinya adalah kopi pagi.
Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi terlalu cepat setelah mengonsumsi levotiroksin dapat mengurangi penyerapannya hingga 50 persen.
Kafein mempercepat motilitas usus (pergerakan makanan dan limbah melalui saluran pencernaan), sehingga obat memiliki lebih sedikit waktu untuk diserap, dan juga dapat mengikatnya di lambung, sehingga lebih sulit diserap tubuh. Jika penyerapan terganggu, gejala hipotiroidisme, termasuk kelelahan, penambahan berat badan, dan sembelit dapat kembali lagi.
4. Antidepresan dan antipsikotik
Interaksi antara kafein dan obat kesehatan mental bisa lebih kompleks. Studi laboratorium menunjukkan kafein dapat berikatan dengan obat-obatan inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) di lambung, mengurangi penyerapan dan berpotensi membuatnya kurang efektif. SSRI antara lain sertralin dan citalopram, jenis obat antidepresan yang banyak digunakan untuk mengobati depresi, kecemasan, dan kondisi kejiwaan lainnya.
Antidepresan trisiklik (TCA), seperti amitriptilin dan imipramin, adalah golongan antidepresan lama yang bekerja dengan memengaruhi kadar neurotransmiter di otak. TCA dipecah oleh enzim hati CYP1A2, yang juga memetabolisme kafein. Persaingan antara keduanya dapat memperlambat pemecahan obat, meningkatkan efek samping, atau menunda pembersihan kafein. Orang yang mengonsumsinya akan merasa gelisah atau tegang lebih lama dari biasanya.
5. Obat jantung
Bagi orang yang mengonsumsi obat tekanan darah atau obat yang mengontrol irama jantung tidak teratur (aritmia), kopi dapat menghambat efek yang diharapkan dari obat tersebut. Sebab, kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung untuk sementara, biasanya berlangsung tiga hingga empat jam setelah dikonsumsi.
Vitamin dan Mineral yang Dapat Terpengaruh Kopi
Nah, lalu apa saja vitamin dan suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi berbarengan dengan kopi? Berikut ulasannya!
1. Vitamin D
Vitamin ini berfungsi untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi, dan menjaga sistem imun tubuh.
Diketahui vitamin D menjadi salah satu jenis vitamin yang sebaiknya tidak dikonsumsi berbarengan dengan kopi. Kafein dapat menghambat reseptor vitamin D, sehingga menghambat penyerapan mikronutrien tersebut.
Studi yang dilakukan oleh Creighton University dan Miami University juga menemukan kafein dapat menghambat reseptor vitamin D pada osteoblas, yakni sel tubuh yang berfungsi untuk memproduksi tulang.
2. Vitamin C
Vitamin C merupakan jenis vitamin yang larut air. Sementara itu, kopi memiliki efek diuretik alias meningkatkan produksi urine.
Karena vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, tubuh tidak dapat menyimpannya sehingga mudah dikeluarkan melalui urine.
3. Vitamin B
Beberapa jenis vitamin B seperti vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin) B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (folat), dan B12 (kobalamin) pun merupakan jenis vitamin yang larut air.
Maka dari itu, jika kamu mengonsumsi vitamin-vitamin tersebut bersamaan dengan kopi, efek diuretik kafein akan memungkinkan vitamin tersebut dikeluarkan bersama dengan urine.
4. Kalsium
Setiap cangkir kopi yang dikonsumsi dapat menghilangkan 5 mg kalsium dari dalam tubuh. Hilangnya kalsium dapat terjadi beberapa jam setelah mengonsumsi kopi.
Selain itu, konsumsi kopi berlebihan juga berpotensi mengurangi penyerapan kalsium dan menghilangkan kalsium dari tulang.
Beberapa penelitian juga menunjukkan tingkat konsumsi kafein yang lebih tinggi dapat memengaruhi risiko osteoporosis.
5. Zat besi
Dikutip dari Healthline, beberapa penelitian menemukan kopi dan minuman berkafein lain dapat mengurangi penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Peneliti juga menemukan semakin kuat kandungan jenis kopi yang dikonsumsi, semakin sedikit pula jumlah zat besi yang dapat optimal diserap tubuh.

